Kamis, 21 Apr 2022 09:35 WIB

Gara-gara Omicron, Wanita Ini Dua Kali Kena Corona Kurang dari Sebulan

Firdaus Anwar - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Biasanya orang yang baru sembuh dari COVID-19 akan memiliki kekebalan selama beberapa bulan berkat respons antibodi. Namun, seorang wanita di Spanyol dilaporkan bisa dua kali terinfeksi COVID-19 dalam jeda waktu kurang dari sebulan.

Wanita berusia 31 tahun tersebut adalah seorang tenaga kesehatan. Ia sebelumnya terinfeksi oleh varian Delta di akhir Desember 2022, kemudian kembali terinfeksi Omicron pada bulan Januari.

Saat terinfeksi varian Delta awalnya sang wanita tidak mengalami gejala atau minim gejala. Namun, selang tiga minggu kemudian, ia mulai batuk-batuk dan mendadak demam.

Dr Gemma Recio yang melaporkan kasus sang wanita dalam European Congress of Clinical Microbiology and Infectious Diseases mengatakan ini jadi bukti kemampuan varian Omicron menghindari antibodi. Omicron selama ini memang disebut lebih berisiko menyebabkan kasus reinfeksi pada para penyintas COVID-19.

"Dengan kata lain, orang yang telah terinfeksi COVID-19 jangan berasumsi bisa terlindungi dari reinfeksi, bahkan bila telah divaksinasi lengkap sekalipun," kata Dr Gemma seperti dikutip dari BBC, Kamis (21/4/2022).

"Namun demikian, baik infeksi dengan varian lain sebelumnya dan vaksinasi, tampaknya tetap bisa memberikan efek perlindungan terhadap penyakit parah dan rawat inap pada mereka yang menderita Omicron," lanjutnya.

Para ilmuwan memprediksi kemungkinan pada akhirnya setiap orang akan tertular COVID-19 dua kali atau mungkin lebih banyak selama hidup mereka.



Simak Video "Penyebab Omicron Lebih Berpotensi Picu Reinfeksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)