Kamis, 21 Apr 2022 12:09 WIB

KPPU Endus Potensi Persaingan Tak Sehat di Revisi Aturan soal Label BPA

Angga Laraspati - detikHealth
Komisi Pengawas Persaingan Usaha Foto: Trio Hamdani/detikcom
Jakarta -

KPPU mengendus adanya potensi persaingan usaha tidak sehat dalam revisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Direktur Kebijakan Persaingan KPPU, Marcellina Nuring Ardyarini menilai revisi tersebut hanya berfokus untuk pelabelan BPA terhadap kemasan galon berbahan Polikarbonat (PC).

Oleh karena itu, KPPU meminta agar ikut dilibatkan dalam pembahasannya karena revisi aturan ini bisa berpotensi merusak persaingan usaha.

Dalam sebuah acara diskusi, Marcelina menuturkan salah satu tugas dari KPPU berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1999 Pasal 35 huruf 'e' adalah memberikan saran dan pertimbangan atas kebijakan pemerintah yang mengarah pada persaingan usaha tidak sehat.

"Jadi, terkait dengan isu adanya wacana perubahan peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan ini kami akan mulai koordinasi dengan BPOM untuk melihat bagaimana perkembangan dari rencana perubahan ini," imbuh Marcellina dalam keterangan tertulis, Kamis (21/4/2022).

Dia mengakui pada pembahasan revisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan ini KPPU tidak dilibatkan terlalu dalam. Menurutnya, pelibatan KPPU hanya pada saat diundang Kemenko Perekonomian dalam sebuah FGD.

"Seharusnya kalau dalam pembuatan kebijakan atau regulasi seperti ini, regulator itu seharusnya mengundang dan mendengarkan pendapat dari berbagai pihak yang terkait. Misalnya, kalau hal ini nanti dinilai terkait dengan persaingan usaha seharusnya KPPU dilibatkan dari awal," ucapnya.

Pihaknya pun akan membuat daftar periksa asesmen kebijakan persaingan usaha.

"Nah, ini mungkin nanti yang akan kami coba koordinasikan dan diskusikan dengan pihak BPOM jika memang wacana ini berlanjut. Karena kami tidak tahu apakah revisi Peraturan BPOM ini ada kelanjutannya atau tidak setelah kemarin kabarnya dikembalikan oleh Seskab," katanya.

Baca selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2