Orang-orang Ini Rela Booster Dadakan Demi Bisa Mudik, Nggak Takut KIPI?

ADVERTISEMENT

Orang-orang Ini Rela Booster Dadakan Demi Bisa Mudik, Nggak Takut KIPI?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Rabu, 27 Apr 2022 05:00 WIB
BIN menggelar vaksinasi COVID-19 booster untuk warga binaan Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta. Kabar temuan varian XE menjadi pertimbangkan pemberian vaksin tersebut.
Vaksinasi booster. (Foto: Vidya Pinandhita)
Jakarta -

Pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman, diwajibkan untuk menerima dosis vaksin booster agar tidak perlu tes COVID-19. Beberapa pemudik bahkan rela melakukan vaksinasi booster dadakan mendekati hari-H keberangkatan demi bisa pulang ke kampung halaman.

Hal ini kami dapatkan dari beberapa pemudik yang sedang menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, pada Selasa (26/4/2022).

Seperti dibeberkan oleh, Sukri (44), pemudik dengan tujuan Jawa Timur, ia baru saja divaksin booster kemarin.

"Saya sudah vaksin ketiga, kemarin baru saja," ujarnya.

Pemudik lain, Kartini (40), yang akan pulang ke Sumatera Barat, baru melakukan vaksin minggu lalu dan memang dengan tujuan sebagai pelengkap syarat mudik.

"Iya vaksin booster buat mudik, minggu lalu baru," jelasnya.

Namun, ada juga pemudik yang telah menerima vaksin semenjak awal bulan puasa sebagai persiapan mudik, seperti yang dilakukan Juni (33), yang akan mudik ke Jawa Tengah.

"Yang ketiga (booster), sudah dilakukan memang buat mudik, di awal puasa," terangnya.

Pihak petugas kesehatan Posko Kesehatan Terminal Pulo Gebang, Bidan Lina, menyatakan memang semenjak Senin (25/4) kemarin posko vaksin dibuka, baru sedikit yang melakukan vaksinasi di terminal.

"Untuk sentra vaksin baru dibuka kemarin, dan rata-rata memang baru sedikit yang vaksin dari kemarin. Hari ini baru 28 orang yang vaksin. 24 yang booster, sisanya dosis satu dan dosis dua. Kemarin aja cuma 17 orang," jelasnya ditemui detikcom, Selasa (26/4).

Hal ini diduga karena memang masyrakat umumnya telah melakukan booster sebelum berangkat mudik, dan ada juga pemudik yang tidak lolos screening kesehatan sehingga tidak bisa diberikan vaksin booster.

"Ternyata dilakukan screening belum boleh booster karena baru menerima vaksin dosis kedua, makannya antigen. Atau pas screening kata dokter gak layak untuk di booster, kenapa? Karena mungkin darahnya tinggi atau kendala lain, mereka dianjurkan untuk antigen," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT