Minggu, 01 Mei 2022 11:30 WIB

Cemas Momen Lebaran Besok Jadi Ajang Pamer Pencapaian? Ini Saran Psikolog

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Silaturahmi Lebaran Ilustrasi momen lebaran. (Foto: iStockphoto)
Jakarta -

Berkumpul bersama dengan keluarga besar pada momen Lebaran memang telah menjadi tradisi tahunan. Sanak keluarga yang datang dari beragam daerah biasanya berkumpul pada rumah famili yang dituakan.

Momen bahagia ini tidak jarang berubah seketika menjadi ajang pamer pencapaian. Ujung-ujungnya berakhir dengan sikap membandingkan-bandingkan yang membuat insecure dan memancing kekhawatiran.

Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center berpendapat, orang yang sering membanding-bandingkan orang lain sebenarnya memiliki ruang hampa di hatinya dan butuh pengakuan.

"Orang yang sering membanding-bandingkan adalah orang yang sebenernya memiliki ruang hampa di hatinya sehingga butuh pengakuan dan pujian," ujarnya dihubungi detikcom, Kamis (28/4).

Menurut Rahma, merespon orang yang sering membanding-bandingkan kita, bisa dengan mengasihani dan mengabaikannya atau justru sebaliknya, membalasnya dengan cinta kasih berupa pujian dan pengakuan.

"Kita bisa memilih untuk mengasihani dan mengabaikan saja atau justru dengan memberi mereka cinta kasih, dengan memberi pujian dan pengakuan. Misalnya, 'iya tante, hebat ya'," imbuh Rahma.

Dengan diniatkan memberi pujian sebagai bagian dari sedekah, Rahma berpendapat hal ini tidak akan membuat hati menjadi insecure dan justru malah membuat bahagia.

"Lakukan saja dengan niat memberi sedekah pujian atau niat untuk menebar kasih sayang. InsyaAllah kita ga akan merasa kecil hati atau insecure, justru merasa lebih bahagia karena bisa memberi," sambungnya.

Sementara itu, Rahma berpesan agar jangan mengikuti tolak ukur dan terpengaruh kesuksesan orang lain, sehingga saat dibanding-bandingkan kita tidak berakhir merasa insecure.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Apakah Mungkin Cacar Monyet Jadi Pandemi Selanjutnya?"
[Gambas:Video 20detik]