Senin, 02 Mei 2022 13:50 WIB

Sudah Booster Bukan Jaminan Kebal COVID-19, Waspadai Ini Saat Silaturahmi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ratusan pemudik bersiap menaiki kereta api jarak jauh tujuan akhir Surabaya dan Malang di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (27/4). Dilaporkan jumlah penumpang meningkat hingga 95 persen. Foto: Pradita Utama
Topik Hangat Mudik Sehat 2022
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 booster menjadi salah satu persiapan mudik Lebaran 2022 di tengah pandemi COVID-19. Lantas jika sudah menerima suntikan vaksin COVID-19 booster, apakah artinya pemudik sudah benar-benar aman dari risiko paparan virus Corona?

Spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengingatkan, vaksin memerlukan waktu hingga beberapa pekan untuk memberikan proteksi optimal pada tubuh.

Artinya jika suntikan booster diberikan mepet dengan waktu keberangkatan mudik, terdapat potensi, tubuh pemudik belum sepenuhnya terlindungi berkat imunitas dari vaksin.

"Proteksi yang diberikan (vaksin COVID-19) tidak terjadi seketika. Vaksin keluar, langsung berangkat. Butuh waktu untuk vaksin ini bekerja merangsang terbentuknya antibodi," terang dr Erlina saat ditemui detikcom di acara 'Understanding COVID-19 Vaccine Effectiveness' di Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022).

"Kalau vaksin pertama kan dua minggu setelahnya (antibodi terbentuk) kemudian menurun, makanya perlu (dosis kedua). Proteksi optimal pun dikatakan dua sampai tinggal minggu baru ada," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Antisipasi Pemerintah Cegah Penumpukan Pemudik di Pos Vaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat Mudik Sehat 2022