Selasa, 03 Mei 2022 21:13 WIB

Eks Petinggi WHO: Kasus Hepatitis Misterius di DKI Perlu Bukti Laboratorium

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Anak sakit Eks petinggi WHO mengatakan kasus hepatitis misterius di DKI butuh bukti laboratorium. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan tiga kasus kematian yang diduga akibat hepatitis misterius di DKI Jakarta perlu pembuktian laboratorium.

"Akan baik kalau ada penjelasan lebih rinci tentang perbedaan fatalitas atas laporan satu meninggal dari 170 kasus di dunia dan tiga yang meninggal di Indonesia," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (3/5/2022).

"Data dunia menyebutkan bahwa kejadian hepatitis yang banyak dibahas ini maka hasil laboratorium hepatitis A-E negatif. Selain itu, bagaimana hasil ada tidaknya Adenovirus 41 yang banyak diduga sebagai penyebab hepatitis di lintas benua ini," bebernya.

Menurutnya, laporan kasus kematian tiga pasien hepatitis misterius di Indonesia belum menyertakan keterangan dari hasil laboratorium hepatitis A,B,C, dan E pada tiga kasus yang ditemukan.

Ia menegaskan perlunya hasil laboratorium hepatitis A-E dan juga Adenovirus pada kasus yang ada di Indonesia untuk disampaikan ke publik.

"WHO merekomendasikan pemeriksaan darah, serum, urine, sampel saluran napas, dan bila mungkin biopsi hati. Semuanya untuk pemeriksaan karakteristik virus secara mendalam, termasuk sekuensing," jelas Prof Tjandra.

Melihat temuan kasus hepatitis akut di Indonesia, Prof Tjandra mengimbau agar Indonesia lebih meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini. Sebab, WHO telah menyatakan penyakit misterius ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk mendorong kewaspadaan, Prof Tjandra menyarankan untuk melakukan deteksi dini jika ada kasus yang dicurigai sebagai hepatitis misterius. Termasuk akses dan ketersediaan pemeriksaan Adenovirus dan berbagai jenis virus lainnya.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk memulai kesiagaan di awal pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit, setidaknya seperti penjelasan pada tenaga kesehatan dan berbagai terapi dasar.

"Termasuk penyuluhan kesehatan pada masyarakat luas," ujarnya.



Simak Video "Simak! Imbauan IDAI soal Munculnya Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)