Rabu, 18 Mei 2022 09:45 WIB

Kenali Gejala Virus Hendra, 7 dari 10 yang Terpapar Bisa Meninggal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Gejala virus hendra (Foto: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx)
Jakarta -

Seperti apa gejala virus hendra? Mengingat virus tersebut belakangan tengah bikin geger dunia lantaran varian barunya disebut bisa menular ke kuda dan manusia. Varian virus tersebut ditemukan oleh peneliti Griffith University Australia baru-baru ini.

Sebagai informasi, infeksi virus hendra (HeV) merupakan penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016.

Diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Disease, varian baru virus hendra terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu, tersebar di Australia bagian utara-tengah New South Wales hingga Queensland tenggara.

"Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia," kata pemimpin penelitian dr Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, dikutip situs resmi Griffith University, Selasa (17/5/2022).

"Perkembangan kelelawar berkepala abu-abu di wilayah New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra. Tetapi bukti terbaru menunjukkan ada risiko penularan virus Hendra pada kuda dan pengasuhnya (manusia)." lanjut keterangan tersebut.

Selain itu, peneliti juga menyebut virus hendra dominan ditemukan akhir Mei hingga akhir Agustus, namun diyakini juga bisa terjadi di semua musim. Lalu, seperti apa gejala virus hendra? Simak informasi berikut.

Gejala Virus Hendra

Dikutip dari NSW Health, Rabu (18/5/2022), gejala virus hendra umumnya dapat berkembang antara lima sampai 21 hari setelah kontak erat dengan hewan yang terinfeksi, seperti kuda. Adapun gejalanya, seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Adapun gejala yang serius, seperti:

  • Meningitis atau ensefalitis (radang otak) dapat berkembang
  • Kejang-kejang
  • Koma

Namun berdasarkan sumber lain, gejala virus hendra juga bisa menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, kantuk yang tidak biasa, hingga kebingungan.

Apakah Virus Hendra Mematikan?

Selain mengetahui gejala virus hendra, masyarakat juga perlu tahu apakah virus tersebut mematikan atau tidak.

Epidemiolog Dicky Budiman menyebut virus hendra sebenarnya sudah lama ditemukan. Virus tersebut merupakan penyakit endemi yang hanya ditemukan di sejumlah wilayah.

Sejak dilaporkan pada tahun 1994, virus hendra tercatat memiliki angka kematian di atas 50 persen, baik pada hewan dan manusia.

"Pada manusia pun 70 persen kalau terpapar ya mematikan, 7 dari 10 orang manusia yang terkena virus Hendra ini meninggal," beber Dicky dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (17/5/2022).

Untuk itu, Dicky mengimbau masyarakat khususnya mereka yang memiliki peternakan untuk mewaspadai penularan virus hendra. Pasalnya, virus tersebut bisa bertahan di kotoran hewan selama empat hari.



Simak Video "Pusat Veteriner Farma Surabaya Tengah Kembangkan Vaksin PMK "
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)