Apakah Virus Hendra Mematikan? Begini Kata Pakar

ADVERTISEMENT

Apakah Virus Hendra Mematikan? Begini Kata Pakar

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 18 Mei 2022 11:15 WIB
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology.
Apakah virus hendra mematikan? (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Apakah virus hendra mematikan? Pertanyaan ini merupakan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat. Pasalnya, peneliti di Griffith University Australia menyebut varian dari virus tersebut bisa menular ke manusia. Juga, terdeteksi di urine kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di Australia New South Wales hingga Queensland.

"Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia," kata pemimpin penelitian dr Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, dikutip situs resmi Griffith University, Selasa (17/5/2022).

Virus hendra lebih sering ditemukan pada akhir Mei hingga akhir Agustus, namun penularan diyakini bisa terjadi di semua musim.

Lantas, apakah virus hendra mematikan?

Epidemiolog Dickyy Budiman mengungkapkan bahwa virus hendra sebenarnya sudah lama ditemukan. Virus ini merupakan penyakit endemi yang hanya ditemukan di sejumlah wilayah.

Sejak dilaporkan pada tahun 1994, virus hendra tercatat memiliki angka kematian di atas 50 persen, baik pada hewan maupun manusia.

Adapun 'korban' terpapar paling banyak dilaporkan pada hewan kuda. Kuda yang terinfeksi akibat terpapar kotoran dari kelelawar pemakan buah umumnya mengalami kondisi fatal. Sekitar 80 persen dari total kasus tak tertolong. Ancaman serupa juga mengintai manusia.

"Pada manusia pun 70 persen kalau terpapar ya mematikan, 7 dari 10 orang manusia yang terkena virus Hendra ini meninggal," beber Dicky dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (17/5/2022).

Untuk itu, Dicky mengimbau masyarakat khususnya mereka yang memiliki peternakan untuk mewaspadai penularan virus hendra. Sebab, virus tersebut bisa bertahan di kotoran hewan selama empat hari.

"Gejalanya pada manusia itu mestinya demam, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, sama seperti penyakit flu disertai dengan meningitis atau encephalitis atau peradangan pada otak, bila berkembang yang menyebabkan nyeri kepala, demam tinggi, dan juga kejang sampai koma," ungkap dia.

Jadi, bagi masyarakat yang penasaran apakah virus hendra mematikan atau tidak? Menurut epidemiolog, 7 dari 10 orang manusia yang terinfeksi virus hendra bisa meninggal dunia.



Simak Video "Kata Psikolog soal Usia Muda Rentan Terjerat Love Bombing"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT