Jumat, 20 Mei 2022 10:34 WIB

Heboh Varian Baru di Australia, Begini Jejak Virus Hendra di Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Ilustrasi virus Hendra. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Baru-baru ini heboh investigasi peneliti Australia yang mengungkap adanya varian baru virus Hendra. Disebut berpotensi mematikan dan bisa menyebar jauh lebih luas dari Australia.

Virus Hendra pertama kali ditemukan 1994 silam, bisa menular ke manusia tetapi sangat jarang terjadi. Baru ada tujuh kasus virus Hendra pada manusia di dunia.

Indonesia juga belum melaporkan temuan serupa. Namun, jejak virus Hendra sebenarnya sudah pernah dilaporkan dalam studi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBALitvet) di bawah Litbang Pertanian per 2015 hingga 2017.

Para ahli kala itu menganalisis jejak virus Nipah dan virus Hendra pada beberapa jenis kelelawar. Di sejumlah wilayah, temuan virus Hendra lebih sedikit ketimbang virus Nipah.

Berikut temuannya berdasarkan uji serum netralisasi, antibodi virus Hendra maupun Nipah di sejumlah kelelawar adalah sebagai berikut.

Sumatera:

  • Virus Nipah: 44,7 persen
  • Virus Hendra: 35,7 persen

Kalimantan Barat

  • Virus Nipah: 38 persen
  • Virus Hendra: 22,6 persen

Sulawesi

  • Virus Nipah: 17 persen
  • Virus Hendra: 25 persen

Jawa Tengah-Jawa Timur

  • Virus Nipah: 25 persen
  • Virus Hendra: 5 persen

Jawa Barat

  • Virus Nipah: 35,3 persen
  • Virus Hendra: 16,7 persen

Lihat juga video 'Peneliti Ciptakan Gelang Sensor untuk Bantu Pengidap Cerebral Palsy':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2