Jumat, 20 Mei 2022 12:33 WIB

Heboh Kasus Cacar Monyet di Eropa, Bisakah Ditangani dengan Vaksin?

Vidya Pinandhita - detikHealth
cacar monyet Foto: Getty Images/CDC
Jakarta -

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menawarkan vaksin cacar untuk petugas kesehatan dan orang yang rentan terpapar wabah cacar monyet yang kini merebak di sejumlah negara Eropa. Hingga kini, tak ada vaksin khusus cacar monyet. Akan tetapi UKHSA meyakini, vaksin cacar memberikan perlindungan.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, vaksin yang digunakan untuk membasmi cacar bekerja 85 persen efektif terhadap penyakit cacar monyet.

"Mereka yang membutuhkan vaksin telah ditawarkan," ujar juru bicara UKHSA, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (20/5/2022). Namun dalam kesempatan tersebut, ia belum memberikan jumlah orang yang sudah divaksin cacar.

Di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, terdapat stok vaksin cacar dalam jumlah besar sebagai langkah kesiapsiagaan terhadap pandemi. Lebih lanjut menghadapi wabah cacar monyet kini, produsen obat di Kopenhagen, Bavarian Nordic menyebut telah mendapatkan kontrak dengan negara Eropa yang dirahasiakan untuk memasok stok vaksin cacar.

Diketahui, cacar monyet adalah penyakit akibat virus yang biasanya bersifat ringan, ditandai dengan gejala demam dan ruam-ruam bergelombang. Penyakit akibat virus ini biasanya menyebar lewat kontak dekat. Sebagian besar terjadi di Afrika Barat dan Tengah. Sebelumnya, penyakit ini jarang menyebar ke negara lain. Namun belakangan, serentetan kasus baru cacar monyet merebak di luar Afrika sehingga memicu kekhawatiran.

Kasus di Eropa pertama kali dikonfirmasi pada 7 Mei 2022, dialami oleh seorang warga yang baru saja melakukan perjalanan ke Inggris dari Nigeria. Di Nigeria, cacar monyet adalah penyakit endemik.

Menyusul itu, Portugal ikut mencatat 14 kasus dan Spanyol mencatat tujuh kasus. AS dan Swedia juga masing-masing melaporkan satu kasus, kemudian Italia ikut mengkonfirmasi satu kasus dan tengah mencurigai dua kasus lainnya.

"Kami prihatin di beberapa negara di luar, terutama di Eropa, yang melihat wabah cacar monyet ini," kata direktur pelaksana Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, Ahmed Ogwell Ouma.

"Akan sangat bermanfaat untuk berbagi pengetahuan mengenai apa sebenarnya sumber wabah ini," sambungnya.



Simak Video "Penjelasan WHO soal Fase Gejala Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)