Jumat, 20 Mei 2022 12:48 WIB

Apa Itu Tipes? Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
ilustrasi demam Ilustrasi tipes (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Tipes atau demam tifoid merupakan sebuah infeksi yang mengancam jiwa, disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 11 hingga 20 juta kasus tipes dan 128 ribu hingga 161 ribu kematian tiap tahunnya.

Biasanya, tipes menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Setelah bakteri Salmonella Typhi dimakan atau diminum, mereka berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah.

Penyebab Tipes

Bakteri Salmonella Typhi (S. typhi) menjadi penyebab utama tipes. Dikutip dari Cleveland Clinic, bakteri tersebut menyebar melalui makanan, minuman, atau air yang terkontaminasi. Setelah seseorang terinfeksi, mereka dapat menyebarkannya ke orang lain melalui rute fekal (feses)-oral.

Salah satu penyebab penyebaran yang paling umum adalah saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang disiapkan oleh orang lain yang mengeluarkan bakteri dan tidak mencuci tangan dengan benar setelah buang air besar atau kecil.

Dalam beberapa kasus, orang yang sebelumnya menderita tipes masih membawa bakteri Salmonella Typhi. Orang-orang ini menjadi pembawa penyakit (carrier) dan dapat menyebarkan infeksi bahkan ketika mereka tidak memiliki gejala

Gejala Tipes

Gejala tipes ini cenderung berkembang secara bertahap-sering muncul satu hingga tiga minggu setelah terpapar penyakit tersebut.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa gejala tipes di tahap awal adalah sebagai berikut:

  • Demam yang mulai rendah dan meningkat setiap hari (mungkin mencapai setinggi 40,5 celcius)
  • Sakit kepala
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Ruam
  • Perut sangat buncit

Jika tidak diobati, tipes akan memiliki gejala yang lebih parah lagi dan akan mengancam nyawa. Beberapa gejala tersebut adalah menjadi mengigau atau berbaring tak bergerak dan kelelahan dengan mata setengah tertutup.

Faktor Risiko Tipes

Menurut WHO, risiko tipes akan lebih tinggi pada populasi yang kekurangan akses ke air bersih dan sanitasi yang memadai. Masyarakat miskin dan kelompok rentan termasuk anak-anak juga berada pada risiko tertinggi.

Risiko tipes juga lebih tinggi di negara-negara berkembang. Beberapa daerah di Afrika, Amerika, Asia Tenggara dan Pasifik Barat, penyakit ini terus menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Pengobatan Tipes

Dikutip dari Medical News Today, pengobatan tipes yang paling ampuh dan efektif adalah dengan bantuan antibiotik. Selain antibiotik, penting untuk rehidrasi dengan minum air yang cukup.

Namun, dalam kasus yang lebih parah atau telah terjadi komplikasi, seperti mana usus menjadi berlubang, pembedahan mungkin diperlukan.

Pencegahan Tipes

Untungnya, vaksinasi khusus untuk tipes sudah ada. Menurut sebuah artikel pada laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin untuk tipes di Indonesia sudah tersedia.

Tidak hanya vaksinasi, WHO juga menyarankan para wisatawan untuk mempraktikkan kebersihan dan sanitasi yang baik saat berkunjung ke negara dengan risiko tipes yang tinggi. Beberapa cara yang disarankan adalah:

  • Pastikan makanan dimasak dengan benar dan masih panas saat disajikan
  • Hindari susu mentah dan produk yang terbuat dari susu mentah
  • Hindari es kecuali terbuat dari air yang aman
  • Rebus air jika tidak yakin atas keamanan air minum yang tersedia
  • Cuci tangan secara menyeluruh dan sering menggunakan sabun, terutama setelah kontak dengan hewan peliharaan, hewan ternak, atau setelah dari toilet
  • Cuci buah dan sayuran dengan hati-hati, terutama jika dimakan mentah, dan, jika memungkinkan, sayuran dan buah-buahan harus dikupas


Simak Video "Ahli Wanti-wanti Gelombang Keempat Covid-19 Akan Lebih Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)