Jumat, 20 Mei 2022 14:16 WIB

Cacar Monyet Merebak di Eropa, Bisa Jadi Pandemi Berikutnya?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Ilustrasi virus cacar monyet (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Cacar monyet belakangan ini tengah disorot dunia lantaran memicu penambahan kasus di Eropa, seperti Inggris, Portugal, dan Spanyol. Hal ini pun menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran biasanya mewabah di Afrika.

Portugal dan Spanyol sebelumnya diketahui tidak pernah memiliki kasus dari infeksi virus tersebut. Sedangkan di Inggris hanya pernah mencatat delapan kasus cacar monyet.

Hingga 18 Mei 2022, Inggris telah melaporkan 9 kasus cacar monyet, Portugal 5 kasus, dan Spanyol 23 kasus potensial.

"Sepanjang sejarah hanya sedikit kasus penyakit cacar monyet dari luar negeri. Cuma pernah ada 8 kasus sebelum tahun ini," kata ahli kesehatan publik Profesor Jimmy Whitworth dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, seperti dikutip dari Reuters, Jumat(19/5/2022).

Selain Inggris, Portugal, dan Spanyol, otoritas Australia baru-baru ini juga melaporkan kasus diduga cacar monyet. Kasus tersebut merupakan pelancong yang baru saja kembali dari Eropa, pria berusia 40 tahun.

"Pejabat kesehatan telah mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi kasus cacar monyet termasuk peringatan klinis kepada dokter dan rumah sakit di seluruh NSW," kata Kepala Petugas Kesehatan negara bagian Kerry Chant.

Cacar monyet atau disebut monkeypox adalah virus yang ditemukan pada monyet pada tahun 1958. Virus ini kemudian berpindah dari hewan dan menyerang manusia, bahkan memiliki tingkat mortalitas 1-10 persen.

Adapun penularan cacar monyet terjadi apabila seseorang bersentuhan dengan hewan dan manusia yang terinfeksi, hingga benda yang terkontaminasi langsung oleh virus.

Biasanya virus akan masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, dan selaput lendir (mata, hidung, mulut).

Selain itu, penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, hingga terkena cairan tubuh. Begitu juga dengan penularan antarmanusia yang diperkirakan melalui tetesan pernapasan (sekresi pernapasan) hingga kontak langsung dengan cairan tubuh.

Cacar Monyet Bakal Jadi Pandemi?

Profesor Jimmy mengungkapkan penyakit cacar monyet tidak akan menyebabkan pandemi besar seperti COVID-19. Meskipun demikian, wabah dari penyakit ini tentunya perlu diperhatikan.

"Teori yang sedang saya teliti mungkin penyakit ini ada banyak di Afrika Barat atau Tengah, kemudian perjalanan luar negeri kembali lancar, akhirnya kasus bermunculan di mana-mana," kata Prof Jimmy.

"Penyakit ini tidak akan menyebabkan pandemi besar seperti COVID, tapi tetap ini wabah dari penyakit serius sehingga perlu benar-benar diperhatikan," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Cacar Monyet yang Mewabah di Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)