ISPA: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

ADVERTISEMENT

ISPA: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Senin, 23 Mei 2022 22:30 WIB
Sick Woman Holding Nasal Spray
ISPA: Gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. (Foto ilustrasi: Getty Images/AegeanBlue
Jakarta -

Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA merupakan infeksi yang dapat mengganggu pernapasan pada normalnya. Kondisi ini dapat mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas atau bagian bawah.

Saluran pernapasan bagian atas dimulai pada sinus dan berakhir di pita suara. Sementara saluran pernapasan bagian bawah dimulai pada pita suara dan berakhir di paru-paru.

Penyebab ISPA

Sistem saluran pernapasan manusia dapat dibagi menjadi dua yaitu bagian atas dan bagian bawah. Hal ini membuat penyebab ISPA dapat dilihat dari jenis infeksi yang terjadi di bagian saluran pernapasan.

Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas

Dikutip dari Cleveland Clinic, infeksi saluran pernapasan bagian atas biasanya adalah flu, epiglottitis, radang tenggorokan, faringitis (sakit tenggorokan), atau sinusitis.

Seseorang dapat mendapatkan infeksi saluran pernapasan atas ketika virus atau bakteri memasuki sistem pernapasan, seperti saat menyentuh mulut atau hidung setelah bersalaman dengan orang yang sedang sakit.

Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Bawah

Beberapa infeksi saluran pernapasan bagian bawah, seperti dikutip dari Verywell Health, adalah pneumonia, bronkitis (pembengkakan saluran udara ke paru-paru), dan bronkiolitis (pembengkakan saluran udara di anak-anak).

Gejala ISPA

Seperti dengan penyebab ISPA, gejala kondisi ini dilihat sesuai dengan bagian saluran pernapasan yang terinfeksi. Meski begitu, dikutip dari Healthline, beberapa gejala umum dari ISPA adalah:

  • Penyumbatan, baik di sinus hidung atau paru-paru
  • Pilek
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Pegal-pegal
  • Kelelahan

Disarankan untuk segera ke dokter jika mengalami demam lebih dari 39 celsius, kesulitan untuk bernapas, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Faktor Risiko ISPA

Anak-anak dan lansia memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi virus. Hal ini karena sistem kekebalan kelompok tersebut lebih rentan dibandingkan dengan usia lainnya. Siapa pun yang sistem kekebalannya mungkin dilemahkan oleh penyakit lain juga berisiko tinggi mengalami ISPA.

Tidak hanya itu, anak-anak sangat berisiko karena kontak terus-menerus dengan anak-anak lain yang bisa menjadi pembawa virus. Anak-anak sering tidak mencuci tangan secara teratur atau cenderung menggosok mata dan memasukkan jari ke dalam mulut.

Orang dengan penyakit jantung atau masalah paru-paru lainnya lebih mungkin untuk tertular infeksi pernapasan akut. Kemudian, perokok juga berisiko tinggi dan lebih sulit pulih.

Pengobatan ISPA

Selain pada penyebab dan gejala ISPA, pengobatan kondisi ini juga disesuaikan dengan bagian saluran pernapasan yang telah terinfeksi. Meski begitu, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan untuk meringankan gejala yang dialami atau antibiotik jika ada infeksi bakteri.

Pencegahan ISPA

Mempraktikkan gaya hidup yang sehat dan kebersihan yang baik menjadi sebuah cara pencegahan ISPA yang efektif. Beberapa cara tersebut adalah:

  • Menghindari merokok
  • Tidak melupakan berbagai vitamin, seperti vitamin C, yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Rajin mencuci tangan apalagi setelah dari tempat umum
  • Bersin ke siku atau tisu untuk mengurangi penyebaran penyakit
  • Menghindari menyentuh mata atau mulut.



Simak Video "Kemenkes: Pasien di RSPI Negatif Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT