Kamis, 26 Mei 2022 19:30 WIB

Sedih! Gadis Sumbar Tak Boleh Kena Sinar Matahari Langsung, Ini Sebabnya

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Healthcare and medical concept. Female scratching the itch on her hand, cause of itching from skin diseases, dry skin, allergy, chemical, allergic to detergent or dishwashing liquid and dermatitis, insect bites, burned, drug. Health problem. Foto: Getty Images/iStockphoto/ipopba
Jakarta -

Umumnya kita melakukan aktivitas sehari-hari di bawah terik matahari. Namun bagaimana jadinya, jika ternyata kulit tidak bisa bersahabat dengan paparan sinar matahari atau UV?

Hal itu yang dialami Fahza Syafira Karin. Dikutip dari mStar, Kamis (26/5), gadis asal Pariaman, Sumatera Barat ini viral di TikTok karena memiliki penyakit yang membuatnya tidak boleh terpapar sinar UV.

Diketahui Karin, panggilan akrabnya, mengidap penyakit Xeroderma pigmentosum atau yang lebih dikenal sebagai XP sejak berusia 1 tahun. XP sendiri merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan penderitanya menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari.

"Menurut keluarga, saya lahir normal seperti bayi lain dan tidak memiliki masalah kulit. Namun ketika berusia satu tahun, bintik-bintik hitam mulai muncul di badan saya," ujar Karin.

@karinaja025

Hehe..

♬ original sound - alyssa🦋

Gadis 20 tahun itu menuturkan, saat kecil, ia kerap diperika oleh sejumlah dokter. Setelah berkonsultasi dengan beberapa pakar kesehatan, disimpulkan ia mengidap XP.

"Pengidap penyakit ini tidak boleh terpapar cahaya matahari. Kasusnya sangat jarang terjadi, sekitar 1 dari 1.000," jelasnya.

Menurut penjelasan Karin, penyakit XP, tidak dapat diobati. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena penyakit itu tidak menular kepada orang lain.

Timbul Bintik Hitam

Lebih lanjut ia menerangkan, saat terpapar sinar matahari, bintik-bintik hitam akan muncul di sekujur tubuhnya.

"Bintik itu mirip benjolan tumor di kulit," terangnya.

Oleh karena itu, awalnya ia terkena kanker kulit. Untuk mengurangi efeknya, ia harus menggunakan sunscreen atau tabir surya dan mengkonsumsi beberapa multivitamin.

"Walaupun memiliki penyakit ini, saya juga seperti orang lain yang suka mengenakan kosmetik, skincare dan hal lainnya," ujarnya.

Penyakit Bukan Halangan Beraktivitas

Meski mengidap XP, ia mengaku itu bukan penghalang beraktivitas di luar ruangan. Ia tetap boleh beraktivitas di siang hari dengan syarat bisa menjaga diri.

"Saya boleh berkegiatan di lapangan asalkan memakai sunblock dan payung atau topi untuk melindungi diri," tambahnya.



Simak Video "Pusat Veteriner Farma Surabaya Tengah Kembangkan Vaksin PMK "
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)