Jumat, 27 Mei 2022 16:16 WIB

Serangan Jantung: Tanda Awal, Penyebab, dan Pengobatannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Men in white shirt having chest pain - heart attack - heartbeat line Mengenal serangan jantung, tanda awal, penyebab, hingga pengobatannya. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Suze777)
Jakarta -

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi saat aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat. Penyumbatan ini biasanya disebabkan adanya penumpukkan lemak, kolesterol, dan zat lain di arteri jantung (koroner).

Penyebab Serangan Jantung

Penyebab utama serangan jantung adalah penyakit arteri koroner. Dikutip dari Mayo Clinic, ini terjadi saat pembuluh darah koroner yang memasok darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan ini terjadi karena timbunan kolesterol yang membentuk plak di dinding pembuluh darah.

Plak tersebut dapat mempersempit arteri dan mengurangi aliran darah ke jantung. Jika plak pecah, dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung.

Penyebab serangan jantung juga bisa disebabkan oleh penyumbatan total atau sebagian dari arteri koroner. Selain itu, ada beberapa hal lain yang mungkin menjadi penyebab serangan jantung, yakni:

Spasme arteri koroner

Ini merupakan tekanan darah pada pembuluh darah yang tidak tersumbat. Arteri umumnya tidak memiliki plak kolesterol atau ada pengerasan awal pembuluh darah, karena merokok atau faktor risiko lainnya.

Infeksi tertentu

Serangan jantung juga bisa terjadi karena infeksi tertentu, COVID-19 atau infeksi lain yang menyebabkan kerusakan pada otot jantung.

Diseksi arteri koroner spontan (SCAD)

Kondisi yang mengancam jiwa ini disebabkan oleh robekan yang terjadi di dalam arteri jantung.

Faktor Risiko Serangan Jantung

Adapun beberapa faktor yang memperbesar risiko seseorang mengalami serangan jantung, yakni:

Usia

Kondisi serangan jantung ini umumnya menyerang pria berusia 45 dan wanita 55 tahun ke atas.

Penggunaan tembakau

Ini termasuk merokok dan terkena paparan asap rokok dalam jangka panjang.

Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Seiring waktu, hipertensi bisa merusak arteri yang mengarah ke jantung. Ini juga bisa dipicu berbagai kondisi lain, seperti obesitas, kolesterol tinggi, atau diabetes.

Kolesterol

Kolesterol jahat kemungkinan besar akan mempersempit arteri hingga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.

Obesitas

Obesitas atau kegemukan dikaitkan dengan hipertensi, diabetes, kadar trigliserida kolesterol jahat yang tinggi, dan kadar kolesterol baik yang rendah.

Diabetes

Gula darah naik saat tubuh tidak membuat hormon yang disebut insulin atau tidak dapat menggunakannya dengan benar. Gula darah yang tinggi bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Sindrom metabolik

Ini merupakan kombinasi dari setidaknya tiga hal yaitu, pinggang membesar (obesitas sentral), tekanan darah tinggi, kolesterol baik rendah, trigliserida tinggi, dan gula darah tinggi. Orang dengan sindrom ini berisiko dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung.

Riwayat keluarga dengan serangan jantung

Seseorang juga berisiko mengalami serangan jantung jika memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit tersebut.

Kurang olahraga

Kurangnya aktivitas fisik (gaya hidup kurang aktif) juga dikaitkan dengan risiko serangan jantung yang lebih tinggi.

Pola makan tidak sehat

Diet tinggi gula, lemak hewani, makanan olahan, lemak trans, dan garam bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, serat, dan minyak sehat.

Stres

Stres emosional, seperti kemarahan yang ekstrem bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Penggunaan obat-obatan terlarang

Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin berisiko memicu serangan jantung. Obat-obatan tersebut memicu kejang arteri koroner yang bisa menyebabkan serangan jantung.

Kondisi autoimun

Orang dengan kondisi autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Tanda Awal Serangan Jantung

Dikutip dari Heart.org, ada beberapa tanda awal serangan jantung yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan intens. Namun, kebanyakan terjadi secara perlahan, dengan rasa sakit yang ringan atau rasa tidak nyaman.

Berikut tanda awal serangan jantung yang wajib diwaspadai:

Rasa tidak nyaman pada dada

Sebagian besar serangan jantung melibatkan rasa ketidaknyamanan di bagian tengah dada, yang bisa berlangsung lebih dari beberapa menit, hilang, dan kemudian kembali lagi. Itu bisa terasa seperti tekanan yang tidak nyaman, meremas, terasa penuh, atau rasa sakit.

Rasa tidak nyaman pada tubuh bagian atas

Gejalanya berupa nyeri atau ketidaknyamanan pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

Sesak napas

Sesak napas ini bisa terjadi dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.

Tanda-tanda lainnya

Muncul tanda lain seperti keluarnya keringat dingin, mual, atau pusing.

Gejala Serangan Jantung

Adapun beberapa gejala serangan jantung lainnya yang juga wajib diperhatikan, yakni:

  • Nyeri dada yang mungkin terasa seperti tekanan, sesak, nyeri, diremas atau sakit
  • Nyeri atau ketidaknyamanan yang menyebar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi atau terkadang perut bagian atas
  • Keringat dingin
  • Kelelahan
  • Mulas atau gangguan pencernaan
  • Pusing atau pusing mendadak
  • Mual
  • Sesak napas

Serangan jantung pada wanita memiliki gejala atipikal, seperti nyeri singkat atau tajam yang terasa di leher, lengan atau punggung. Terkadang, gejala pertama serangan jantung adalah serangan jantung mendadak.

Di beberapa kasus, seseorang bisa mengalami gejala serangan jantung selama beberapa jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu sebelumnya. Nyeri dada atau tekanan (angina) yang terus terjadi dan tidak hilang, bahkan setelah istirahat, merupakan tanda peringatan dini.

Pengobatan Serangan Jantung dan Pencegahannya

Pengobatan serangan jantung bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke jantung secepatnya. Metode pengobatan yang bisa dilakukan seperti pemberian obat atau pemasangan ring jantung, tergantung pada tingkat dan waktu terjadinya keluhan.

Serangan jantung ini masih bisa dicegah dengan gaya hidup yang sehat, seperti:

  • Banyak mengkonsumsi lemak baik dan serat
  • Menjaga berat badan agar ideal
  • Mengelola stres dengan baik
  • Olahraga teratur
  • Berhenti merokok
  • Istirahat dan tidur yang cukup


Simak Video "Menilik Studi soal Trombosis Pasien Covid-19 yang Picu Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)