ADVERTISEMENT

Senin, 04 Jul 2022 06:00 WIB

Masih Muda Kok Sakit Jantung? 5 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Ilustrasi lambang cinta atau jantung Sakit jantung di usia muda (Foto: Getty Images/Eoneren)
Jakarta -

Penyakit jantung mungkin umumnya menyerang mereka dengan usia yang lebih tua. Meskipun begitu, mereka yang berusia lebih muda tetap berisiko jika memiliki beberapa kebiasaan buruk.

Dikutip dari Health Plus, Umumnya penyakit jantung dapat disebabkan oleh masalah kesehatan yang berkaitan dengan sindrom metabolik. Masalah yang terkait dengan sindrom metabolik sebagian besar berkaitan dengan gaya hidup.

Berikut beberapa faktor risiko penyakit jantung yang dapat dikendalikan sejak dini, dan umumnya banyak dilakukan oleh kalangan anak muda.

1. Mengonsumsi Minuman Berenergi

Orang dengan obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes. Faktor tersebut semuanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Obesitas sentral terjadi pada remaja ketika memiliki lingkar pinggang lebih dari 94 cm pada pria dan 80 cm pada wanita. Orang dengan memiliki lingkar pinggang tersebut memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami resistensi insulin.

Studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa minuman energi dan minuman ringan menyumbah sekitar 13 persen dari asupan kalori remaja. Hal itu dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas.

Minuman berenergi tidak hanya tinggi kafein, tetapi juga tinggi gula yang dapat memberikan dorongan energi sementara. Banyak remaja yang menyukai minuman ringan, terutama minuman berenergi yang sering digunakan sebagai cara untuk menghindari kantuk.

2. Merokok

Banyak remaja yang mulai merokok hanya untuk menyesuaikan diri dengan teman sebayanya. Padahal, kandungan nikotin dalam rokok dapat mempersempit pembuluh darah yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras.

Dikalangan anak muda, rokok dilaporkan sebagai penyebab dari 75 persen penyakit jantung. Ketika merokok dimulai di usia muda, risiko akan meningkat semakin tinggi ketika orang tersebut semakin banyak rokok yang dihisapnya.

3. Kurangnya Aktivitas Fisik

Sebuah penelitian yang dilakukan di kalangan remaja Singapura mengungkapkan bahwa setengah dari mereka yang hasil tes darahnya menunjukkan risiko sindrom metabolik memiliki berat badan normal atau kurus. Hal itu menunjukkan bahwa berat badan ternyata belum tentu berpengaruh terhadap risiko sistem metabolik.

Pada kasus remaja tersebut, berat badan tidak menjadi penyebab risiko sistem metabolik, akan tetapi dipengaruhi oleh gaya hidup mereka yang kurang aktivitas fisik. Setiap remaja setidaknya harus beraktivitas fisik minimal 60 menit sehari.

Aktivitas tersebut meliputi aktivitas dengan intensitas sedang hingga tinggi. Hal pertama yang harus dilakukan agar anak muda mau beraktivitas fisik adalah dengan membatasi mereka menggunakan media sosial atau bermain video game.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jangan Takut Cek Jantung di Rumah Sakit"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT