ADVERTISEMENT

Sabtu, 09 Jul 2022 10:43 WIB

Penting Bagi Ibu Hamil, 5 Cara Cegah Stunting pada Anak

Christina Butarbutar - detikHealth
Stunting adalah salah satu masalah kekurangan gizi kronis yang terjadi pada bayi dan anak. Stunting perlu mendapat perhatian penting dari pemerintah Indonesia. Cara cegah stunting pada anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kmk-vova)
Jakarta -

Tubuh kekurangan gizi menjadi salah satu kondisi yang tidak bisa dianggap sepele. Kekurangan gizi merupakan kondisi saat tubuh tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. World Health Organization (WHO) menyebutkan, kekurangan gizi pada masa anak-anak suatu ancaman paling mematikan di lingkungan masyarakat kesehatan global.

Kekurangan gizi pada anak dapat menimbulkan kelemahan fisik (tubuh kurus), kognitif, psikologi, wasting, hingga stunting.

Dikutip dari Hermina Hospitals, Indonesia menduduki posisi ke-5 pengidap stunting terbanyak di dunia. Stunting adalah suatu kondisi saat tinggi badan seorang anak lebih pendek dari anak lain yang seumuran karena kekurangan gizi jangka panjang. Hal ini disebabkan kurangnya asupan gizi saat masih dalam kandungan.

Stunting dapat menyebabkan perkembangan otak pada anak menjadi tidak sempurna yang berpengaruh pada perkembangan kognitif dan IQ anak terhambat.

Anak sebagai generasi penerus bangsa, diperlukan pencegahan stunting dengan 5 cara seperti berikut:

1. Pemberian ASI selama 6 bulan

Kandungan yang terkandung dalam ASI seperti kandungan gizi makro mikro, protein whey dan kolostrum yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi agar selalu sehat. Untuk itu, penting memberikan ASI pada bayi secara rutin selama 6 bulan agar mencegah penyakit stunting.

Pemberian suplemen juga sangat penting bagi ibu saat menyusui. Daun katuk memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Sementara daun torbangun dapat meningkatkan kadar prolaktin, serta meningkatkan aktivitas sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga produksi ASI meningkat 65 persen tanpa mengubah kualitas gizi susu.

Kedua bahan tersebut ditambah dengan Striatin, yang merupakan fraksi bioaktif dari Channa striata atau ikan gabus yang dapat mempercepat proses penyembuhan setelah operasi caesar, mempercepat pemulihan dan kekuatan wanita pasca melahirkan, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

2. Penuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil dapat dilakukan ibu hamil dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, maupun suplemen dari anjuran dokter. Setelah itu, ibu hamil memeriksakan secara rutin kepada dokter atau bidan terkait kondisi kehamilannya.

3. Monitor pertumbuhan anak

Sebagai orang tua, dianjurkan untuk selalu periksa kondisi tubuh si anak secara rutin, baik dari berat badan maupun tinggi badan anak. Cara lain yang dapat dilakukan orangtua yaitu dengan rajin membawa anak ke Posyandu atau Klinik terdekat untuk dapat mengetahui gejala dini dan pencegahan penyakit stunting.

BKKBN bekerjasama dengan Dexa Group menghadirkan Rumah ASI HerbaAsimor. Ibu hamil dan menyusui dapat berkonsultasi dengan bidan agar dapat mencegah stunting.

4. Dampingi ASI dengan MPASI sehat

Waktu yang tepat memberikan makanan pendamping atau MPASI ketika bayi berusia 6 bulan lebih. Tidak hanya itu, memastikan makanan yang dipilih yang berasal dari ASI harus dapat mencukupi gizi makro dan mikro anak. Namun, bila mengalami kondisi yang kurang baik setelah mengkonsumsi MPASI, segera untuk melakukan konsultasi pada dokter.

5. Selalu menjaga kebersihan lingkungan

Anak-anak sangat rentan akan penyakit. Penyakit bisa saja muncul dari banyak faktor, salah satunya kebersihan lingkungan atau saat anak asik bermain. Maka, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membersihkan tempat bermain anak. Selain itu, makanan atau apapun yang masuk ke dalam mulut anak juga harus diperhatikan. Karena apa? Salah satu pemicu stunting adalah diare yang berasal dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh.



Simak Video "Pemerintah Alokasikan Anggaran Penurunan Stunting 2022 Rp 25 T"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT