ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Jul 2022 08:32 WIB

COVID-19 RI Ngegas Naik 6 Kali Lipat, Ini 7 Gejala Corona Jika Sudah Divaksin

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Belakangan, lonjakan kasus COVID-19 kembali terjadi. Meski sudah divaksinasi, kemungkinan untuk tertular virus Corona masih sangat mungkin terjadi.

Hal ini sangat mungkin terjadi di saat munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Kedua subvarian ini disebut-sebut mampu menembus kekebalan yang terbentuk dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi COVID-19.

"Bahkan orang yang memiliki kekebalan parsial dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya masih dapat mengalami 'breakthrough infection' (terinfeksi setelah divaksinasi)," jelas badan kesehatan UC Davis Health, dikutip dari laman Express Uk, Kamis (14/7/2022).

Adapun tujuh gejala atau tanda seseorang terinfeksi COVID-19 meski sudah divaksinasi, yakni:

  • Pilek
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Demam

UC Davis Health menegaskan mayoritas 'breakthrough infection' atau terinfeksi setelah divaksinasi ini tidak menyebabkan penyakit yang parah. Ini jauh lebih ringan jika dibandingkan saat awal pandemi, ketika tidak ada yang memiliki kekebalan.

Sebelumnya, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito juga menyinggung soal 'breakthrough infection'. Hal ini sangat rentan terjadi pada orang-orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, meski sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster.

"Nyatanya data dan fakta menunjukkan bahwa orang yang tidak melakukan hal tersebut (protokol kesehatan) dapat kembali tertular walaupun sudah divaksin booster," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/7/2022).

"Ditemukannya reinfeksi atau breakthrough infection, bahkan setelah divaksin bisa terjadi pada semua orang, terutama yang rentan seperti orang komorbid dan lansia," sambungnya.

Meski begitu, Wiku menegaskan bahwa vaksin COVID-19, terutama dosis booster, masih sangat penting. Sebab, itu bisa mencegah infeksi, keburukan gejala, hingga mengurangi jumlah virus di dalam tubuh agar tidak menularkan.



Simak Video "WHO Bicara Prospek Vaksin Covid-19 Hirup untuk Akhiri Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT