Bocah Ponorogo 'Terbakar' Ice Smoke, Dokter Ingatkan Bahaya Nitrogen Cair

ADVERTISEMENT

Bocah Ponorogo 'Terbakar' Ice Smoke, Dokter Ingatkan Bahaya Nitrogen Cair

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 14 Jul 2022 16:00 WIB
Jajanan Ice Smoke membakar tubuh AH, bocah asal Ponorogo, Jawa Timur. Hal tersebut terjadi saat AH membeli jajanan Ice Smoke yang diberi nitrogen cair.
Ilustrasi jajanan ice smoke (Foto: Devi S. Lestari)
Jakarta -

Baru-baru ini bocah berusia 5 tahun asal Desa Bajang, Ponorogo, disebut mengalami luka bakar 30 persen akibat kobaran api dari ice smoke, jajanan yang diolah dengan nitrogen cair. Tidak diketahui pasti dari mana asal api tersebut, mengingat nitrogen cair yang kerap digunakan untuk ice smoke sebenarnya tidak flammable.

Walau tidak dapat tersulut api, bukan berarti nitrogen cair tidak bahaya. Suhu dinginnya yang ekstrem tetap bisa memicu 'luka bakar' yang disebut 'cold burn' atau 'frostbite' jika mengalami kontak dengan kulit.

Dr dr Darma, SPKK(K), FINSDV, FAADV, dari DNI Skin Centre, menjelaskan cold burn atau luka bakar dingin merupakan kerusakan lokal pada kulit dan jaringan lainnya akibat pembekuan. Luka bakar dingin ini dapat terjadi melalui sejumlah faktor, seperti paparan dingin yang berkepanjangan.

Adapun resiko bahaya nitrogen cair apabila bersentuhan dengan tubuh, yaitu bisa menyebabkan kerusakan termal yang parah pada kulit, mata, maupun organ.

"Frostbite atau Cold Burn atau luka bakar dingin adalah kondisi medis akibat kerusakan lokal pada kulit dan jaringan lainnya akibat pembekuan. Luka bakar dingin dapat terjadi melalui berbagai mekanisme mulai dari paparan dingin berkepanjangan hingga paparan aerosol yang tampaknya tidak berbahaya," ucapnya saat dihubungi oleh detikcom, Kamis (14/7/2022).

"Nitrogen cair dapat menyebabkan kerusakan termal yang parah pada kulit, mata, dan organ dalam jika tidak ditangani dengan baik. Contoh cedera terkait termal yang dapat terjadi setelah kontak dengan Nitrogen cair termasuk frostbite hingga kematian jaringan," lanjutnya.

Meski begitu, dr Darma juga menjelaskan tingkat keparahan cedera tergantung pada durasi dan area kontak. Pada kebanyakan kasus, cedera terjadi saat kulit dan jaringan terbuka lainnya bersentuhan dengan nitrogen cair selama lebih dari beberapa detik.

"Namun, tingkat keparahan cedera tergantung pada durasi dan area kontak. Dalam kebanyakan kasus, cedera terjadi ketika kulit telanjang dan jaringan terbuka lainnya bersentuhan dengan Nitrogen cair selama lebih dari beberapa detik. Misalnya, hal ini dapat terjadi jika seseorang menahan makanan berlapis Nitrogen cair di mulutnya terlalu lama, atau jika camilan menempel di gusinya," tutur dr Darma.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT