ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 17:00 WIB

ITAGI Belum Rekomendasikan Vaksin Dosis Keempat, Inikah Sebabnya?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Pemerintah terus mengebut vaksinasi booster untuk mengendalikan pandemi Corona. Saat ini posko yang terus sibuk melayani warga berada di Taman Swakarsa Pondok Kelapa, Jaktim. Ilustrasi vaksin booster. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyatakan pemerintah tengah mempertimbangkan vaksinasi COVID-19 booster kedua atau dosis keempat. Program ini kemungkinan dilakukan apabila pandemi ini berlangsung lama dan masih menunggu rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Sementara itu, Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro menyatakan pihaknya belum merekomendasikan program vaksinasi dosis keempat. Menurut Sri hal ini disebabkan cakupan vaksinasi dosis lengkap dan booster di Indonesia masih belum mencapai target.

"ITAGI belum merekomendasikan dosis keempat. Cakupan dosis pertama sudah bagus 90-an persen, dosis kedua agak rendah meskipun sudah lumayan juga, 81 persen," ucapnya seperti dikutip Antara News, Sabtu (23/7/2022).

Sri menyatakan hingga kini Kemenkes RI belum secara resmi meminta tanggapan ITAGI soal program vaksinasi dosis keempat atau booster dosis kedua ini.

"Sebetulnya secara resmi belum ditanyakan kepada kami. Kalau ngobrol-ngobrol iya," sambungnya.

Sebelumnya, ITAGI pernah memberikan kepada Kemenkes RI terkait dosis keempat yang perlu ditujukan kepada masyarakat yang berisiko tinggi seperti lansia di atas 65 tahun.

"Itu yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tapi kan setiap negara lain punya kesimpulannya sendiri. Seperti di Thailand, tren wisata yang mumpuni ya jadi pegawai wisata itu didahulukan untuk dosis empat," beber Sri.

Sri saat ini meminta pemerintah untuk memperhatikan dulu cakupan vaksinasi dosis lengkap primer maupun dosis ketiga booster yang belum tercapai.



Simak Video "Kapan Vaksin Booster Dosis Kedua Covid-19 Diberikan untuk Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT