ADVERTISEMENT

Minggu, 24 Jul 2022 16:45 WIB

Mengenal Bariatrik, Operasi di Balik Transformasi Aria 'Bocah Tergemuk di Dunia'

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tranformasi Aria mengikis berat badan semula yang mencapai 192 kilogram, hingga menjadi 87 kilogram. Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth
Jakarta -

Nama bocah 'Aria Permana' kembali menggema di dunia maya. Pasalnya baru-baru ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi membagikan foto penampilan terbaru Aria. Pada 2016, bocah tersebut sempat bikin geger gegara punya bobot 192 kilogram di usia 9 tahun.

Dalam unggahannya di Instagram @dedimulyadi71, Dedi menyebut dirinya sempat menjenguk Aria pada 12 Juli 2016. Saat itu, Aria tengah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

"Berat badan Arya saat itu 190 kg. Kini saya membaca melalui media, ternyata badan Arya sudah kembali normal seperti anak-anak pada umumnya," ujar Dedi, dikutip detikcom dari laman Instagram Dedi, Minggu (24/7/2022).

"Anak itu tampak gagah berkaca mata dan ternyata ganteng juga. Sehat terus Nak, masa depan cerah menantimu. Selamat berhari minggu untuk semua netizen baik hati di manapun berada," sambungnya.

Diketahui pada Juli 2016, Aria sempat ditangani oleh 13 dokter terdiri dari dokter ahli gizi, kejiwaan, serta sejumlah dokter dengan berbagai spesialisasi. Akibat memiliki berat badan hingga 192 kilogram, Aria tidak bebas bergerak. Ia bahkan harus berhenti bersekolah lantaran kesulitan berjalan.

Jenis operasi bariatrik yang dijalani Aria saat itu adalah Laparoscopic Sleeve Gastric Surgery. Dokter yang menanganinya, dr Handy Wing SpB dari OMNI Hospital Alam Sutera, menjelaskan pada prinsipnya operasi ini dilakukan untuk memotong sebagian besar lambung sehingga hanya tersisa 30 persen dari kapasitas awal.

Untuk menurunkan berat badan dan memiliki pola hidup sehat, Aria sempat mendapatkan bimbingan dari binaragawan Ade Rai. Di samping itu, ia juga menjalani penanganan medis. Salah satunya, dengan menjalani bedah bariatrik.

Apa Itu Bedah Bariatrik?

Belum lama ini, musisi Melly Goeslaw mengabarkan dirinya juga menjalani bedah bariatrik untuk menurunkan berat badan. Melly ditangani oleh spesialis bedah subspesialis bedah digestif di RS Pondok Indah, Dr dr Peter Ian Limas, SpBSubBDig.

dr Peter menjelaskan bedah bariatrik bekerja memodifikasi saluran cerna. Dengan bedah tersebut, pasien akan mengalami penurunan napsu makan sembari berupaya mengatasi penyakit komorbid.

Lebih lanjut menurutnya, fokus pada metode bedah bariatrik bukanlah penurunan berat badan secara cepat, melainkan perubahan kebiasaan hidup pasien obesitas dengan riwayat komorbid. Setelah operasi, pasien akan didampingi oleh dokter selama sekitar setahun agar memiliki pola hidup dan pola makan lebih baik.

"Tujuannya memang kita tidak mau kecepatan yang ditekankan. Kita sebenarnya kalau dari bedah bariatrik semakin saya mendalami bedah bariatrik, saya semakin melihat bahwa ini bukanlah cara instan. Kata 'instan' itu nggak kena. Jadi ini lebih ke arah kita memaksa atau membantu pasien untuk membentuk cara hidup yang baru," terangnya dalam diskusi virtual, Jumat (22/7). .

"Bayangkan bahwa pasien itu sekarang sesudah bedah bariatrik laparnya hilang dan makannya cuma bisa 2-3 sendok itu sudah kenyang. 2-3 sendok itu nggak bisa diisi dengan biskuit, nasi nggak bisa. Dia dipaksa untuk mengejar proteinnya," sambung dr Peter.

Amankah bedah bariatrik dilakukan pada pengidap obesitas berusia anak-anak? Simak di halaman selanjutnya.

NEXT: Bedah bariatrik aman untuk anak?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mengenal Operasi Bariatrik yang Dilakukan Melly Goeslaw"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT