ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 10:47 WIB

Cacar Monyet Sudah Ada Sejak 1970-an, Sejak Kapan Dikaitkan dengan Homoseks?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Doctor holding Monkeypox Test Tube Result Positive. Global virus concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/atakan
Jakarta -

Dunia kini diterpa wabah cacar monyet. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Kini marak disebut terkonsentrasi pada kelompok homoseks, seperti awal mula penyebaran cacar monyet pada manusia?

Sesuai namanya, virus cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada monyet laboratorium di Denmark pada 1958. Mengacu pada laman WHO, penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada manusia pada 1970 di Republik Demokratik Kongo, tepatnya pada seorang anak laki-laki berusia sembilan bulan.

Sejak itu, sebagian besar kasus dilaporkan dari pedesaan, daerah hutan hujan di Cekungan Kongo, khususnya di Republik Demokratik Kongo. Kasus cacar monyet pada manusia semakin banyak dilaporkan dari kawasan Afrika tengah dan barat, dan menjadi endemik di beberapa wilayah tersebut.

Di Afrika, infeksi virus cacar monyet ditemukan pada hewan seperti tupai tali, tupai pohon, tikus berkantung Gambia, dormice, berbagai spesies monyet dan lain-lain. Hingga kini, reservoir alami cacar monyet belum diidentifikasi. Namun diduga, hewan pengerat menjadi pemicunya. Pada penularan hewan ke manusia, virus cacar monyet menular dengan cara memakan daging yang tidak dimasak dengan benar, atau paparan langsung.

Sedangkan pada penularan antarmanusia, virus menular akibat kontak dekat, sentuhan dengan lesi kulit orang yang terinfeksi, atau kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Pada wabah kali ini, beredar informasi bahwa cacar monyet di luar negara endemis terkonsentrasi pada kelompok pria yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria atau bergonta-ganti pasangan. Hal tersebut juga disampaikan oleh Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara sekaligus mantan Dirjen Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan RI, Prof Tjandra Yoga Aditama.

"Mulanya (penularan virus cacar monyet) dari hewan ke manusia, lalu antar manusia secara umum," jelas Prof Tjandra pada detikcom, Selasa (26/7/2022) malam.

"Memang yang sekarang nampaknya wabah bermula dari men sex with men dan multiple partner. Jadi karena bermula di.kelompok itu maka banyak. Kasus di sana, tapi yang lain juga bisa terkena," imbuhnya

Namun begitu menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan perihal penyebab cacar monyet terkonsentrasi pada kelompok tersebut. Ia menegaskan, cacar monyet sebenarnya menular lewat kontak dekat, dan aktivitas seks menjadi salah satunya.

Dengan begitu, tidak tertutup kemungkinan kelompok heteroseks pun bisa terpapar virus cacar monyet.

"Monkeypox (cacar monyet) belum bisa dikatakan menular secara seksual, tapi karena pada hubungan seks ada kontak antarkulit maka jadi tertular," pungkas Prof Tjandra.



Simak Video "Bagaimana Penularan Cacar Monyet?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT