ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 15:15 WIB

9 Suspek di RI Sudah 'Discarded', Ini 4 Kriteria Kasus Cacar Monyet

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Apa Itu Cacar Monyet, Kini Ditetapkan Jadi Darurat Kesehatan Global Ilustrasi cacar monyet (Foto: Getty Images/iStockphoto/turk_stock_photographer)
Jakarta -

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril menyebut Indonesia dikategorikan sebagai klasifikasi satu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Artinya, negara yang belum pernah mencatat kasus cacar monyet selama 21 hari terakhir.

"Indonesia saat ini berada dalam klasifikasi 1. Negara yang belum melaporkan kasus monkeypox atau negara yang pernah melaporkan kasus namun tidak melaporkan lagi selama 21 hari terakhir," kata Syahril dalam konferensi pers Kemenkes RI, Rabu (27/7/2022).

Ia juga mengungkapkan ada empat kriteria kasus cacar monyet menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Adapun empat kriteria tersebut di antaranya, confirmed, suspect, probable, dan discarded.

"Jadi WHO ini ada 4 ya kategorinya, yaitu konfirmasi, suspek, probable, dan discarded atau disingkirkan," tutur Syahril dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022). Berikut detailnya.

Kriteria Confirmed

  • Hasil lab positif (PCR dan atau sequencing)

Kriteria Suspected

Orang dengan ruam akut dengan penyebab tidak umum dan memenuhi satu atau lebih gejala, seperti:

  • Sakit kepala
  • Demam lebih dari 38,5 celcius
  • Limfadenopati
  • Myalgia
  • Sakit punggung
  • Kelemahan tubuh
  • Gejala-gejala ruam yang tidak menampakkan penyakit kulit lainnya

Kriteria Probable

Masuk kriteria suspek dan memiliki satu atau lebih kriteria di bawah ini:

  • Riwayat kontak erat
  • Riwayat perjalanan ke negara endemik 21 hari sebelum gejala
  • Melakukan hubungan seksual 21 hari sebelum gejala
  • Hasil serologi positif orthopoxvirus dan tidak punya riwayat vaksin smallpox atau infeksi orthopoxvirus
  • Dirawat di RS terkait penyakit

Kriteria Discarded

  • Negatif hasil PCR dan atau sequencing

"Disebut konfirmasi apabila PCR-nya positif ya, dia mengandung cacar monyet. Dan suspek ini disebutkan dengan gejala demam, pembesaran limfadenopati, itu yang disebut dengan suspek. Kemudian ada probable, dan kalau semua gejalanya ada tapi pas PCR tidak ditemukan cacar monyet maka kita singkirkan dari konfirmasi cacar monyet," tutur Syahril.

Sebelumnya, cacar monyet resmi menjadi darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh WHO.



Simak Video "Fakta-fakta Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT