ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 18:00 WIB

Gejala Cacar Monyet yang Mewabah Saat Ini Terlokalisir di Dubur-Genital

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Male doctor holding monkeypox vaccine. Cacar monyet (Foto: Getty Images/iStockphoto/kemalbas)
Jakarta -

Cacar monyet belakangan ini bikin heboh lantaran resmi menjadi darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh WHO. Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Infeksi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Robert Sinto SpPD, K-PTI, menyebut penyakit cacar monyet yang merebak tiga bulan ini berbeda dengan cacar monyet pada umumnya yang merebak di Afrika.

Menurut dr Robert, kelompok yang rentan terinfeksi atau terkena cacar monyet di Afrika memang bisa mengenai banyak usia, mulai dari anak-anak, wanita dan pria.

"Sebetulnya ada perbedaan gambaran klinis yang bisa kita temukan dari laporan kasus cacar monyet yang ditemukan di Afrika dengan yang 3 bulan terakhir ini, dari bulan April, Mei, Juni yang mulai merebak," ucapnya saat konferensi pers, Rabu (27/7/2022)

"Kalau di Afrika memang bisa mengenai banyak usia, mulai dari usia anak-anak, wanita, dan pria," ucapnya lagi.

Sedangkan cacar monyet yang tiga bulan terakhir merebak di negara non-endemik lebih banyak dialami oleh mereka yang seksual aktif. Begitu juga gejala lesi yang dilaporkan lebih banyak muncul di mulut, dubur, hingga kemaluan.

"Jadi cacar monyet yang sekarang ini tiga bulan terakhir itu ditemukan di non endemis, itu justru lesinya atau gambaran kulitnya itu terlokalisir, biasanya apakah itu di sekitar mulut, kemaluan, atau di sekitar lubang dubur. Jadi laporannya justru localised," katanya.

"Jumlah lesinya juga 50 persen itu justru lesinya 5 sampai 10 saja, jadi tidak menyebar dari ke seluruh atas sampai kaki. Dan karena laporannya banyak pada mereka yang seksual aktif, tentu laporan yang terjadi pada anak tidak banyak untuk saat ini," jelasnya.

Meskipun lebih banyak ditemukan pada kasus seksual, dr Robert menegaskan bahwa penyakit ini bukanlah penyakit menular seksual.

"Jadi yang tiga bulan terakhir ini kasusnya kebanyakan seksual related, jadi memang penularannya, sekali lagi ini bukan penyakit menular seksual, tetapi memang dilaporkan meningkat eskalasinya akibat peningkatan atau bersirkulasi di hubungan seksual," lanjutnya lagi.



Simak Video "Kenali Gejala Awal Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT