ADVERTISEMENT

Kamis, 28 Jul 2022 10:32 WIB

Pembelajaran Tatap Muka DKI Tak Disetop Meski COVID Ngegas, Ini Alasannya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Ada Kasus Positif COVID-19 di SMPN 85 Jakarta, 30 Siswa di Tes PCR Ilustrasi sekolah (Foto: Nahda Rizki Utami/ detikcom)
Jakarta -

COVID-19 harian di Indonesia dua hari berturut-turut berada di atas 6 ribu kasus. Meski begitu, Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta melalui surat edaran nomor e-0036/SE/2022 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Satuan Pendidikan yang Aman pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019, tetap mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.

"Pembelajaran Tatap Muka dilaksanakan selama 5 hari dengan jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas ruang kelas dan jam pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang digunakan di satuan pendidikan," demikian bunyi keterangan tersebut yang dikutip oleh detikcom, Kamis (28/7/2022).

Pembelajaran tatap muka ini juga tetap dilakukan dengan tracing yang optimal apabila ditemukan adanya peserta didik yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Satuan pendidikan memastikan peserta didik yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil testing antigen atau PCR melalui hasil pengecekan dan/atau mendapatkan laporan dari keluarga untuk melaksanakan isolasi mandiri, dan pembelajaran dapat dilanjutkan," tutur keterangan tersebut.

"Satuan pendidikan melakukan identifikasi terhadap kontak erat antara peserta didik yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan warga satuan pendidikan dan melakukan koordinasi dengan puskesmas untuk dilakukan penulusuran kontak erat (tracing)," sambung keterangan itu.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril juga menjelaskan, beberapa tempat seperti sekolah memang ada yang melonggarkan pengetatan protokol kesehatan setelah lebaran.

Meski begitu, pengetatan kini mulai dikencangkan kembali setelah pengumuman dari Presiden Joko Widodo terkait penggunaan masker di luar ruangan hingga wajib vaksin booster. Adapun pengetatan di sekolah yang diterapkan berupa menyediakan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, dan sebagainya.

"Tadi kalau dilihat memang beberapa tempat setelah lebaran kemarin ada pengendoran, dan sejak Presiden mengumumkan kita harus melakukan pengetatan, kemudian melakukan vaksin booster, maka keliatan saat ini sudah mulai ketat pengawasan, sudah mulai ketat melakukan protokol kesehatan, dan mulai ketat bagaimana vaksin booster ini," ucapnya saat konferensi pers, Rabu (27/7).



Simak Video "Kemenkes Soal Sekolah Tatap Muka: Masih Aman Sesuai Prosedur"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT