ADVERTISEMENT

Jumat, 12 Agu 2022 14:30 WIB

Chelsea Olivia Cabut Gigi Gingsul, Inikah Sebabnya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tya Ariestya, Chelsea Olivia, Yasmine Wildblood Foto: Mama Muda (Hanif Hawari/detikHOT)
Jakarta -

Chelsea Olivia resmi mencabut gigi gingsul yang menjadi ciri khasnya. Namun, ternyata Chelsea sudah satu tahun berusaha merapikan giginya tersebut.

Tetapi, keputusan ini sangat disayangkan oleh para penggemarnya. Meski berat, Chelsea tetap memilih untuk mencabutnya.

"After many years of consideration, today is the day I decided and went ahead with Invisalign," tulis Chelsea Olivia.

"48 aligner dan perkiraan di 1 Tahun sudah bisa rapi dengan catatan konsisten (ini yg susah yah) okeyy good bye deep bite, Goodbye gingsul (I'll miss you ) ..," ungkapnya mengucapkan salam perpisahan untuk gigi gingsulnya.

Gigi gingsul adalah kondisi gigi yang tidak sejajar atau bengkok yang sangat umum terjadi. Kondisi ini bisa terjadi saat gigi susu atau gigi permanen yang terkadang tumbuh ke posisi bengkok karena terlalu kecil untuk mengisi jumlah ruang gusi yang tersedia.

Dikutip dari Healthline, kondisi ini bisa terjadi karena keturunan hingga kebiasaan mengisap dot atau ibu jari saat masih kecil.

Haruskah Gigi Gingsul Dicabut?

Keputusan untuk merapikan gigi gingsul kembali ke orang yang memilikinya. Kebanyakan orang memutuskan untuk merapikan atau mencabutnya karena dianggap mengganggu penampilan.

Namun, dikutip dari laman Graber and Gyllenhaal Orthodontics, gigi gingsul juga dapat mengganggu kesehatan. Beberapa gangguan kesehatan yang bisa terjadi, seperti:

1. Rentan mengalami penyakit gusi

Jika memiliki gigi gingsul lebih rentan mengalami penyakit gusi. Sebab, orang tersebut lebih sulit untuk membersihkan sela-sela gigi.

Saat plak menumpuk di antara gigi, akan menjadi tempat bakteri berbahaya berkembang biak. Jika gigi bengkok, akan lebih banyak kesempatan untuk bakteri bisa tumbuh dan plak berkembang.

2. Bisa memicu bau mulut

Gigi yang bengkok cenderung menjadi sarang bakteri. Maka dari itu, tidak heran jika orang yang memilikinya bisa memiliki bau mulut yang cukup buruk karena bakteri yang ada di sela-sela gigi. Untuk mengatasinya, bisa dengan menggunakan obat kumur dan produk penyegar napas.

3. Peningkatan risiko gigi patah

Saat gigi bengkok, itu dapat membuat rahang, otot rahang, dan gigi menjadi tegang. Otot rahang yang tegang dapat menyebabkan rasa sakit dan memberi tekanan berlebih pada gigi, sehingga meningkatkan risiko patah gigi.

4. Sering sakit kepala

Gigi yang bengkok dapat menyebabkan sakit kepala yang lebih sering dan menyakitkan. Hal ini mungkin terjadi karena tekanan pada otot rahang atau gigi yang bergesekan secara konstan.

Meski tidak banyak disadari, kondisi ini bisa menjadi penyebab utama sakit kepala. Setiap bagian wajah yang merasakan tekanan atau ketegangan berlebih akan menyebabkan kepala sakit.



Simak Video "Bahaya Etilen Oksida yang Bikin Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT