ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Agu 2022 18:00 WIB

Setop Jahili Bocah Pakai Tren Tiktok 'Cekikikan' Hantu! Ini Loh Bahayanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tangkapan layar tren Tiktok menakut-nakuti anak dengan suara tertawa cekikikan hantu. Foto: Tangkapan layar tren Tiktok menakut-nakuti anak dengan suara tertawa 'cekikikan' hantu.
Jakarta -

Video menakut-nakuti anak kecil menggunakan suara tertawa 'cekikikan' hantu kini nge-tren di Tiktok. Dalam video yang marak berseliweran di laman FYP, bocah-bocah dibuat menjerit ketakutan menggunakan suara cekikikan dari handphone sembari dikuncikan sendirian dalam kamar.

Tren ini menuai respons tawa dan geli dari banyak netizen. Sekilas memang lucu, tapi sebenarnya bolehkah membercandakan anak kecil dengan cara menakut-nakuti? Atau malah ada risiko trauma mengintai imbas bocah ditakut-takuti?

"Sebenarnya (efek ditakut-takuti) sangat beragam pada setiap anak, dan tergantung juga pada setelah kejadian tersebut apa yang dilakukan orang sekitarnya terhadap anak tersebut. Kalau tadi dalam kondisi itu sendiri, sebetulnya sangat mungkin muncul kalau bahasa psikologinya 'trauma'," ujar psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, Psi, alias 'Nina' pada detikcom, Rabu (10/8/2022).

"Trauma di sini ini bukan sesuatu yang sangat mengerikan. Tapi dalam hal karena ini memang hal seperti sendirian, tidak ada orang yang dia percaya yang bisa menemani atau menjaga dalam kondisi tersebut, jadi ini memang bisa saja memunculkan trauma," sambungnya.

Lebih lanjut, Nina mewajarkan orang-orang yang tertawa melihat video tren tersebut. Namun dengan adanya risiko trauma pada anak, Nina menyarankan agar tren tersebut tak diteruskan.

Mengingat, jika anak tidak diberi rasa aman dan dilindungi setelah ditakut-takuti, besar risiko trauma akan berkepanjangan. Sebab dengan perasaan dilindungi oleh orang terdekat misalnya orangtua, muncul perasaan anak ditemani sehingga efek dari rasa takut mungkin tidak melebar dan berkelanjutan.

"Perlu dipikirkan ulang, betulkah tidak ada efeknya pada orang-orang yang terlibat di dalam kondisi tersebut? Saya sih nggak ngomel kalau ada orang (beranggapan) 'ih lucu banget'. Maksudku, setelah dia merasa itu lucu, coba dipikirkan. Bisa saja kita tertawa habis itu kita baru sadar, tidak apa-apa. Yang salah adalah tertawa, terus menganggap itu biasa saja," tegasnya.

"Sebaiknya memang tidak dilanjutkan karena memang jika anak merasa takut, sendirian, terus dia bingung dan justru tidak mendapatkan pemahaman yang lebih tepat tentang kondisi ini untuk menenangkan dia, efeknya bisa berlanjut," pungkas Nina.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT