ADVERTISEMENT

Jumat, 19 Agu 2022 14:31 WIB

China Siapkan Strategi Baru Atasi 'Resesi Seks', Cuti Hamil Bakal Direvisi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Cropped shot of a pregnant businesswoman using a laptop in an office China bakal revisi cuti hamil untuk mengatasi 'resesi seks'. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Di China kini tengah mengalami 'resesi seks', yaitu kondisi menurunnya populasi akibat warga yang ogah berhubungan seks. Untuk mengatasi tingkat kelahiran yang menurun itu, pihak berwenang China mengeluarkan pedoman baru yang berisi serangkaian kebijakan.

Hal ini dilakukan sebagai dukungan pranatal dan pasca kelahiran untuk mempromosikan pembangunan populasi jangka panjang yang seimbang.

"Langkah-langkah ini termasuk layanan perawatan ibu yang lebih baik dan layanan pengasuhan anak yang bermanfaat bagi masyarakat, kebijakan cuti hamil dan cuti orang tua yang lebih baik," berikut bunyi pedoman yang dirilis Selasa oleh Komisi Kesehatan Nasional, dikutip dari NDTV, Jumat (19/8/2022).

"Langkah itu juga mencakup kebijakan preferensial pada perumahan dan perpajakan, dan pembinaan tempat kerja yang ramah fertilitas atau kesuburan," sambungnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah melihat semakin banyak orang yang dilindungi oleh asuransi persalinan. Pada tahun 2021, jumlahnya mencapai 240 juta.

Dalam pedoman terbaru ini, pemerintah daerah dapat mencari cara untuk memperluas cakupan asuransi bersalin untuk memasukkan pekerja dalam pekerjaan yang fleksibel. Pedoman tersebut juga mencatat langkah-langkah lainnya, yaitu:

  • Membangun tempat kerja yang ramah fertilitas atau kesuburan
  • Mendorong praktik kerja yang fleksibel
  • Melindungi hak dan kepentingan tenaga kerja dan ketenagakerjaan yang sah


Simak Video "Bahaya Etilen Oksida yang Bikin Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT