ADVERTISEMENT

Sabtu, 20 Agu 2022 05:50 WIB

Atta Halilintar Ngedrop Dibawa ke RS, Dipastikan Bukan COVID-19 Ternyata Kena...

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Atta Halilintar Atta Halilintar dibawa ke RS usai badan mendadak ngedrop, sakit apa? (Foto: Palevi/detikhot)
Jakarta -

Atta Halilintar terlihat terbaring lemas hingga dibawa ke rumah sakit. Kondisinya disebut mendadak drop dan sebelumnya harus melakukan tes darah.

Aurel Hermansyah, sang istri, memastikan Atta tidak terpapar COVID-19 alias hasil tes menunjukkan negatif Corona. Belakangan, rupanya Atta diketahui mengidap demam berdarah dengue (DBD).

Dalam beberapa unggahan Instastory di akun pribadinya, Atta terlihat tengah memakai selang infus. "Love of my life. Nggak pernah mau dibawa ke RS, tapi dipaksa sama istri," jelas Atta, dikutip detikcom Sabtu (20/8/2022).

"Karena DBD bahaya kalau nggak dibawa ke RS," sebut Atta.

Sementara Aurel meminta doa untuk kesembuhan suaminya. "Papanya Ameena drop. Doain yah temen-temen, tadi cek alhamdulillah bukan COVID-19," ungkap Aurel.

Infeksi COVID-19 dan demam berdarah dengue (DBD) kerap sulit dibedakan lantaran mengeluhkan gejala serupa. Namun, ada beberapa ciri gejala yang perlu diwaspadai seperti berikut:

Demam tinggi

Keluhan demam menjadi gejala awal yang umum dijumpai pengidap DBD. Ini biasanya disertai rasa 'pening' dan demam tinggi bisa sampai 40 derajat Celcius.

Sakit kepala

Pengidap DBD akan mengalami sakit kepala disertai nyeri di area tulang, otot, dan sendi. Gejala ini biasanya juga membuat tubuh lemas.

Mual

Mereka yang mengidap DBD akan mengalami mual dan muntah-muntah. Saat dipaksakan makan, umumnya akan dimuntahkan kembali lantaran mual tidak tertahan.

Sakit di belakang mata

Bagian belakang mata mendadak terasa sakit tiba-tiba. Sakit di belakang mata akan sangat terasa ketika pengidap DBD menunduk atau menggerakkan mata.

Ruam atau bintik merah

Biasanya gejala ini yang menjadi ciri khas DBD berupa bercak-bercak kemerahan. Bintik-bintik merah tersebut akan berkelompok dan menyatu sehingga terlihat seperti ruam.

Gejala DBD umumnya muncul dalam 4-7 hari setelah gigitan nyamuk. Keluhan demam terkadang bisa menurun drasti dan terlihat normal, tetapi kemudian kembali naik tiba-tiba.

Pada kasus berat, DBD sebetulnya bisa mengancam jiwa. Hal ini ditandai oleh penurunan trombosit yang biasanya terjadi dalam 24-48 jam setelah demam turun.

Kondisi tersebut umumnya disertai dengan keluhan ini:

  • Sakit perut
  • Muntah 3x24 jam
  • Perdarahan pada hidung atau gusi
  • Muntah darah atau darah di tinja
  • Lelah dan gelisah
  • Oliguria (produksi urine berkurang).

Saksikan Juga Video Viral: Pianis Cilik Bak Maestro

(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT