Pria Berotot Idap Diabetes Sampai Sempat Koma, Ini Gejala Awal yang Dirasakan

ADVERTISEMENT

Pria Berotot Idap Diabetes Sampai Sempat Koma, Ini Gejala Awal yang Dirasakan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 23 Agu 2022 13:57 WIB
Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Foto: Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Baru-baru ini viral kisah seorang pria berotot mengidap diabetes dan sempat mengalami koma. Pria bernama Kurnia Bijaksana itu membagikan kisahnya di media sosialnya @mkbjiaksana , mulai dari proses diagnosis hingga masa pemulihannya.

Kurnia mengungkapkan awal dirinya terkena diabetes lantaran gaya hidup yang kurang baik, seperti jarang berolahraga, jarang gerak, hingga suka membeli minuman kopi manis di minimarket.

"Tapi saya akui, memang 6-12 bulan terakhir gaya hidup saya agak lalai. Makan banyak seperti biasa, tapi gym sering ke-skip. Kalau perjalanan jauh naik mobil, ngopi kopinya kopi yang beli di minimarket, isinya gula kam tuh. Karena banyak pikiran, jadi sedikit banget bergerak," ujarnya sembari memperlihatkan foto tangannya yang berotot.

Akibatnya, pada Juli lalu, berat badan Kurnia sempat tiba-tiba turun 7 kg dalam seminggu. Ia pun juga merasa sering lemas, angkat beban di gym berkurang drastis, dan selalu haus. Suatu hari ia muntah banyak padahal tidak makan, sampai akhirnya ia dilarikan ke IGD.

Memangnya Seperti Apa Gejala Diabetes?

Spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia atau yang akrab disapa 'dr Koko' menjelaskan, seseorang yang mengidap diabetes biasanya mengalami gejala sering buang air kecil, haus, hingga sering lapar. Adapun kondisi lain yang juga turut menyertai, seperti cepat merasa lelah, sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi terlalu baik, dan penurunan berat badan.

"Gejala diabetes sendiri adalah polidipsia, poliuria, polifagia (3P), yaitu sering kencing, sering haus, dan sering lapar. Kondisi lain yang juga menyertai, yaitu cepat lelah dan sistem kekebalan juga tidak berfungsi terlalu bagus sehingga orang tersebut gampang sakit," tuturnya saat dihubungi detikcom, Selasa (23/8/2022).

Apabila terjadi kondisi seperti ini, dr Koko menyarankan segera pergi ke Rumah Sakit hingga Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut oleh dokter.

"Mengenali diabetes sedini mungkin, mulai dari gejala-gejala yang tadi (3P), kemudian cepat lelah, sistem kekebalan tidak terlalu bagus dan hasilnya gampang sakit, ada juga yang mengalami penurunan berat badan yang drastis mirip cerita viral tersebut. Jika terjadi kondisi seperti ini, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter, baik di Puskesmas, klinik, atau Rumah Sakit, untuk dimonitor gula darahnya," sambungnya lagi.



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT