Cerita Pramurawat Wisma Tuna Ganda, Terpanggil Merawat Anak-anak Disabilitas

ADVERTISEMENT

Ulasan Khusus

Cerita Pramurawat Wisma Tuna Ganda, Terpanggil Merawat Anak-anak Disabilitas

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Sabtu, 27 Agu 2022 09:34 WIB
Keterbatasan fisik, Intelektual, Mental dan Sensorik yang kini dialami orang-orang disabilitas penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Mereka ada jadi anugerah dan cinta kasih keluarga.
Para Pramurawat di Wisma Tuna Ganda (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Wisma Tuna Ganda Palsigunung merupakan tempat merawat anak-anak dengan disabilitas ganda akibat kondisi cerebral palsy. Saat ini Wisma Tuna Ganda Palsigunung memiliki 28 anak rawat dan 27 pramurawat yang mengurusi keseharian mereka.

Tugas para pramurawat mengurusi kebutuhan sehari-hari para anak rawat seperti mandi, makan, hingga buang air. Beberapa dari mereka juga mendampingi anak-anak yang dapat mengikuti kelas mental-motorik dan sesi fisioterapi.

Salah satunya Risma (37), yang sejak 2017 menjadi pramurawat di sana. Ia mengaku tak merasa begitu kesulitan beradaptasi karena memang suka merawat anak-anak.

"Saya nggak sulit sih ya adaptasi, karena itu juga suka merawat anak, punya anak juga kan saya. Ya mereka kan walaupun kondisi begini tapi tetap ya seperti anak-anak," ungkapnya pada detikcom, Rabu (24/8/2022).

Keterbatasan fisik, Intelektual, Mental dan Sensorik yang kini dialami orang-orang disabilitas penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Mereka ada jadi anugerah dan cinta kasih keluarga.Keterbatasan fisik, Intelektual, Mental dan Sensorik yang kini dialami orang-orang disabilitas penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Mereka ada jadi anugerah dan cinta kasih keluarga. Foto: Rifkianto Nugroho

Risma mengaku tantangan terberat dalam mengurus anak-anak adalah saat memandikan mereka. Tak jarang banyak anak rawat yang bertindak rewel dan tak mau mandi.

"Paling sulit itu pas mandi ya mas, kalau mandi aduh itu kan karena pertama berat ya badannya harus diangkat. Kadang rewel juga, harus dibujuk," sambung Risma.

Ada pula Dwi (22) salah satu pramurawat termuda di Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Kepada detikcom, ia menceritakan alasannya menjadi pramurawat di sana.

"Iya ini panggilan hati si mas yah, walaupun ya sama saja kelihatannya sepele mengurus anak-anak ini tapi ya ini berat juga mas," ucap Dwi.

"Kalau saya sih nggak ada ya yang terlalu berat, paling ya sama saja mandi atau mengganti popok itu butuh perjuangan," sambungnya.

NEXT: Panggilan hati.



Simak Video "Peringati Hari Cerebral Palsy, CT ARSA Foundation Gelar Kampanye Edukasi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT