Mengenal Terapi untuk Cerebral Palsy di Wisma Tuna Ganda Palsigunung

ADVERTISEMENT

Mengenal Terapi untuk Cerebral Palsy di Wisma Tuna Ganda Palsigunung

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Sabtu, 27 Agu 2022 11:22 WIB
Keterbatasan fisik, Intelektual, Mental dan Sensorik yang kini dialami orang-orang disabilitas penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Mereka ada jadi anugerah dan cinta kasih keluarga.
Wisma Tuna Ganda (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Cerebral palsy merupakan kondisi yang mempengaruhi gerakan dan koordinasi. Dikutip dari laman National Health Service (NHS UK), kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otak yang berkembang sebelum, selama, atau segera setelah lahir.

Sampai saat ini tidak ada obat untuk cerebral palsy, namun beberapa perawatan tersedia untuk membantu seseorang dengan kondisi ini seperti terapi wicara, terapi okupasi, hingga fisioterapi.

Fisioterapi dan terapi mental-motorik merupakan salah satu yang dipilih oleh Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Di tempat ini, anak-anak dengan kondisi cerebral palsy dan disabilitas ganda diberikan perawatan dan bantuan agar kondisi mereka bisa diperhatikan.

Kepala Panti Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Kristanti, menyatakan bahwa di tempat mereka memang anak rawat dengan kondisi cerebral palsy tidak dijanjikan kesembuhan. Namun, di wisma tersebut mereka diberikan perawatan sehari-hari dan fisioterapi agar kondisinya bisa lebih berkembang.

"Kita bukan tempat penyembuhan, saya juga nggak bilang kalau anak-anak ke sini sembuh. Ini kita niatkan membantu, mereka yang mengidap kondisi ini namun orang tuanya tak mampu merawat," ucapnya pada detikcom, Rabu (24/8/2022).

Untuk sesi fisioterapi, dilakukan setiap hari jika memang kondisi anak rawat memungkinkan untuk diajak terapi. Fisioterapi meliputi latihan untuk berdiri, latihan meluruskan anggota badan, latihan merangkak, dan latihan menggerakan anggota badan.

"Jadi kalo di sini (sesi fisioterapi) itu ya tergantung si anak, kita nggak maksa karena kan kadang ada waktunya mereka malas. Tapi kalau Jumat tuh semua rutin ikut wajib semacam olahraga bareng biar semuanya gerak," ujar Risma, pramurawat di ruang fisioterapi.

"Fisioterapi ini kita latih beberapa anak yang mampu latih untuk berdiri, ada juga yang biar bisa bergerak karena kan ada anggota badan mereka yang spastik (kaku)," sambungnya.

Risma menyatakan walaupun latar belakang para pramurawat bukan dari bidang fisioterapi, namun mereka mendapatkan pelatihan dari ahli fisioterapi agar dapat melakukan metode fisioterapi yang benar.

NEXT: Terapi mental-motorik



Simak Video "Peringati Hari Cerebral Palsy, CT ARSA Foundation Gelar Kampanye Edukasi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT