Wisma Tuna Ganda Palsigunung Rawat Pengidap Cerebral Palsy Hingga Akhir Hayat

ADVERTISEMENT

Ulasan Khusus

Wisma Tuna Ganda Palsigunung Rawat Pengidap Cerebral Palsy Hingga Akhir Hayat

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Sabtu, 27 Agu 2022 16:39 WIB
Keterbatasan fisik, Intelektual, Mental dan Sensorik yang kini dialami orang-orang disabilitas penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Mereka ada jadi anugerah dan cinta kasih keluarga.
Panti Tuna Ganda (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Wisma Tuna Ganda Palsigunung sudah merawat para anak-anak yang mengidap cerebral palsy semenjak tahun 1975. Tak sedikit anak-anak yang datang pertama kali ke wisma tersebut tinggal hingga usia dewasa bahkan beberapa anak rawat menutup usia di sana.

"Kita saat ini ada 28 yah anak-anak rawat di sini, pramurawatnya sekitar 27. Kebanyakan sih mereka ke sini dari kecil ya mas, dari usia balita sampai ya ini sekarang sudah ada yang lima puluh tahunan," ucap Sumiati, pramurawat di sana kepada detikcom, Rabu (24/8/2022).

Salah satu anak rawat yang tertua di sana adalah Rusdi (52), yang semenjak usia 4 tahun telah tinggal di wisma.

"Seperti Rusdi itu di sini dari kecil banget, dari balita, sekitar tahun 70-an," sambung Sumiati.

Keterbatasan fisik, Intelektual, Mental dan Sensorik yang kini dialami orang-orang disabilitas penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Mereka ada jadi anugerah dan cinta kasih keluarga.Keterbatasan fisik, Intelektual, Mental dan Sensorik yang kini dialami orang-orang disabilitas penghuni Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Mereka ada jadi anugerah dan cinta kasih keluarga. Foto: Rifkianto Nugroho

Para anak-anak pengidap cerebral palsy di wisma tersebut kebanyakan merupakan pengidap disabilitas ganda. Kondisi ini menyebabkan beberapa dari anak rawat tersebut memiliki kondisi disabilitas lebih dari satu.

Kepala Panti Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Kristanti, menyatakan tak sedikit anak rawat yang akhirnya menutup usia di sana. Ibu Kris, sapaan akrabnya, menuturkan anak rawat yang meninggal ada yang disebabkan kondisi komplikasi cerebral palsy dan sebagian besar meninggal alami karena umur.

"Banyak mas nggak sedikit yang meninggal juga di sini, ini kan sudah lama. Ada yang karena kondisi mereka yang memang semakin parah, tapi itu sedikit ya mas, kebanyakan karena memang sudah umurnya, dan alhamdulillah tidak ada yang disebabkan penyakit menular atau macam-macam," jelasnya.

Ia menyatakan anak rawat di wisma tersebut rutin diberikan pengecekan kesehatan setiap minggu. Bahkan, semuanya sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

"Kalau di sini kita alhamdulillah pemeriksaan rutin, kan ada dokter umum praktik di sini, ada dokter gigi juga. Kami juga dapat bantuan vaksinasi dari puskesmas," sambungnya.

Dikutip dari laman National Health Service (NHS UK), kondisi cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan otak yang berkembang sebelum, selama, atau segera setelah lahir.



Simak Video "Peringati Hari Cerebral Palsy, CT ARSA Foundation Gelar Kampanye Edukasi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT