ADVERTISEMENT

Jumat, 09 Sep 2022 06:00 WIB

5 Makanan untuk Membersihkan Darah Kotor, Biang Kerok Segudang Penyakit

Fadilla Namira - detikHealth
bowl full of freshly squeezed lemon juice shot with selective focus Makanan untuk membersihkan darah kotor (Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art)
Jakarta -

Darah merupakan cairan utama dalam tubuh yang berfungsi membawa senyawa baik dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, seperti oksigen dan nutrisi. Bila darah terkontaminasi oleh racun atau zat berbahaya, ada baiknya orang tersebut sering mengonsumsi makanan untuk membersihkan darah kotor

Pernah mendengar kalimat "tubuh yang sehat adalah cerminan makanan sehari-hari"? Makanan merupakan asupan utama makhluk hidup untuk menghasilkan energi dan metabolisme dalam tubuh. Energi dan metabolisme itu diperoleh dari makanan yang diolah sistem pencernaan. Lalu, hasil olahan tersebut akan diserap dan dialirkan oleh darah ke seluruh tubuh.

Bila makanan yang di santap tidak sehat dan banyak mengandung lemak, organ tubuh termasuk darah akan terkontaminasi sehingga menjadi kotor. Hati dan ginjal pun akan bekerja lebih keras untuk menyaring racun dalam darah. Akibatnya, imun tubuh seseorang akan menurun dan mudah terjangkit masalah kesehatan. Oleh karenanya, masyarakat dianjurkan menjaga pola makan sehat dengan minum air mineral yang cukup.

Makanan untuk Membersihkan Darah Kotor

1. Jus Lemon

Jus lemon dapat membantu membersihkan darah dan saluran pencernaan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Jus ini bersifat asam dan dapat mengubah tingkat pH dan berguna dalam menghilangkan racun dalam darah. Selain itu, lemon adalah salah satu sumber vitamin C pada makanan. Vitamin C merupakan zat baik yang membantu tubuh melindungi tubuh dari radikal bebas.

2. Teh Hijau

Komponen dari daun teh hijau mengandung antioksidan dan antikarsinogen yang kuat. Klorofil yang terdapat di dalamnya memberikan kinerja baik untuk hati membersihkan darah. Selain itu, daun ini dipercaya meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu pembakaran lemak.

3. Jahe

Siapa yang tidak kenal bumbu dapur satu ini. Jahe sudah menjadi bahan alternatif yang digunakan untuk kesehatan sejak dahulu. Menurut ahli kesehatan, Ali Webster, PhD, RD, jahe memiliki senyawa aktif bernama gingerol yang berdampak baik bagi saluran pencernaan. Antioksidan yang tinggi pada jahe juga membantu ginjal dalam proses detoksifikasi.

NEXT: Timun dan kelapa.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Bicara soal Potensi Penularan Cacar Monyet Lewat Transfusi Darah"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT