9 Tanda-tanda Jantung Tidak Sehat, Mematikan Tapi Kerap Terabaikan

ADVERTISEMENT

9 Tanda-tanda Jantung Tidak Sehat, Mematikan Tapi Kerap Terabaikan

Fadilla Namira - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2022 06:55 WIB
Ilustrasi lambang cinta atau jantung
Tanda-tanda Jantung Tidak Sehat (Foto: Getty Images/Eoneren)
Jakarta -

Jantung adalah organ vital yang berfungsi memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Apabila jantung mengalami gangguan, peredaran darah dalam tubuh dapat terganggu. Adapun tanda-tanda jantung tidak sehat tak melulu dirasakan di dada. Hal inilah yang membuatnya sulit untuk dideteksi.

Seorang ahli kesehatan, dr Cut Putri Arianie MH, Kes, mengatakan 7 dari 10 pengidap penyakit jantung tidak tahu kalau mereka mengalami sakit jantung sampai terjadi komplikasi. Hal itu terjadi karena mereka kurang memiliki kesadaran terhadap gejala awal dari penyakit kronis tersebut.

Penyakit jantung sendiri merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kejadiannya bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Beberapa faktor risiko dari penyebab penyakit jantung, seperti genetik, kaum manula, pengidap obesitas, pengidap diabetes, dan orang dengan riwayat hipertensi. Oleh karenanya, penting untuk memperhatikan gejala jantung dan berdiskusi dengan dokter terkait.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko dari penyebab penyakit jantung, seperti turunan genetik, kaum manula, pengidap obesitas, pengidap diabetes, dan orang dengan riwayat hipertensi. Oleh karenanya, penting untuk memperhatikan gejala jantung dan berdiskusi dengan dokter terkait.

Tanda-tanda Jantung Tidak Sehat

1. Rasa Tidak Nyaman di Dada

Rasa tidak nyaman di dada merupakan tanda yang kerap terjadi pada penyakit jantung. Sebab, arteri atau pembuluh darah akan menyempit lalu menghambat peredaran darah ke jantung.

Pengidapnya akan merasakan nyeri, sesak, atau tekanan di dada selama beberapa menit dan akan kambuh lagi secara berkala. Lambat laun, tanpa disadari hal ini akan mengakibatkan serangan jantung, bahkan kematian.

2. Gangguan Gastrointestinal

Gangguan gastrointestinal adalah kondisi medis yang menyerang saluran pencernaan, seperti mual, muntah, mulas, dan sakit perut. Meskipun gejala ini umum terjadi karena penyakit ringan atau efek samping obat, tetapi setiap orang harus berwaspada bahwa itu juga tanda dari serangan jantung, terutama bagi wanita.

3. Nyeri di Lengan

Dikutip dari WebMD, seorang direktur Laboratorium Kateterisasi Jantung di Penn State Hershey Heart and Vascular Institute, mengatakan nyeri akibat penyakit jantung hampir selalu dimulai dari dada lalu bergerak ke area lain, terutama lengan kiri.

Cabang saraf di antara jantung dan lengan akan mengirim sinyal yang sama ke sel otak. Akibatnya, otak tidak dapat mengisolasi sumber rasa sakit. Fenomena ini disebut nyeri alih. Itulah mengapa seseorang yang mengalami serangan jantung mungkin merasakan nyeri lengan tanpa nyeri dada.

4. Pusing

Pernah mengalami hilang keseimbangan atau goyah saat beraktivitas? Bisa jadi itu salah satu gejala penyakit jantung. Penyebab utamanya adalah kadar cairan yang kurang dalam tubuh sehingga darah dan otak menerima sedikit oksigen.

Namun, bila dibiarkan dalam jangka panjang hal ini mempengaruhi kinerja jantung menjadi tidak optimal. Maka dari itu, ahli medis telah menetapkan setiap orang mencukupi kebutuhan mineralnya dengan meminum dua liter air per hari.

5. Gangguan Tidur

Tidur adalah agenda wajib manusia untuk sejenak memulihkan atau mengistirahatkan organ tubuh. Namun, orang masih menganggap sepele waktu tidur sehingga membuatnya sleep agnea (gangguan tidur).

Orang yang mempunyai siklus tidur buruk atau sering terbangun di malam hari berisiko kena penyakit jantung karena aliran darah dan detak jantung tidak bisa berjalan dengan normal. Kondisi ini berlaku pula untuk orang yang sering mendengkur keras saat tidur.

6. Kelelahan Ekstrem

Kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan selama beberapa hari bisa menjadi gejala penyakit jantung, terutama bagi wanita. Rasa lelah ini diakibatkan oleh kinerja yang tidak baik dari pompa jantung atau terjadi penyumbatan di sekitar katup.

7. Jantung Berdebar

Perubahan irama jantung yang cepat atau tidak biasa disebut palpitasi. Kondisi tersebut wajar jika pengidapnya banyak mengonsumsi kafein atau merasa panik, tetapi tidak normal bila ia hanya duduk santai atau berdiam diri.

Bila relaksasi dan peregangan tidak bisa meredakan kondisi tersebut, segera minta dokter lakukan pemeriksaan karena bisa jadi itu salah satu tanda serangan jantung.

8. Bengkak

Pembengkakan karena penyakit jantung umumnya terjadi di pergelangan kaki. Hal ini dikarenakan jantung tidak bekerja secara efektif sehingga darah mengalir kembali ke vena.

Gagal jantung juga dapat mempersulit ginjal untuk mengeluarkan air dan natrium dari tubuh. Akhirnya, cairan tersebut menumpuk dan memicu pembengkakan di area tertentu.

9. Batuk Berkelanjutan

Dalam kebanyakan kasus, batuk bukan tanda masalah jantung, tetapi jika pengidapnya memiliki faktor risiko sebaiknya lebih berhati-hati. Terlebih jika lendir atau dahak yang dikeluarkan berwarna merah. Kemungkinan besar, jantung tidak sempurna memompa darah sehingga menyebabkannya bocor di paru-paru.

Jangan mengabaikan tanda-tanda jantung tidak sehat karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi semenit, bahkan sedetik kemudian. Bila ragu dengan gejala yang dirasakan, laporkan kepada dokter spesialis jantung untuk memastikan penyebabnya.



Simak Video "Hindari Serangan Jantung Saat Bersepeda!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT