WHO Masih Waswas Meski Akhir Pandemi di Depan Mata, Ada Apa Nih?

ADVERTISEMENT

WHO Masih Waswas Meski Akhir Pandemi di Depan Mata, Ada Apa Nih?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2022 10:00 WIB
Masyarakat melintas dikawasan kendal, Jakarta, Rabu (25/11/2020). Tambahan kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia kembali memecahkan rekor pada hari ini. Tambahan 5.534 kasus Corona tersebar di 33 provinsi di Indonesia.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyinggung akhir pandemi COVID-19 sudah di depan mata. Namun tak berarti dunia bisa bersantai, kondisi tersebut justru wajib dimanfaatkan untuk betul-betul mengakhiri pandemi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, jika kondisi yang membaik ini tidak dipertahankan, akan terbuka peluang untuk muncul varian baru virus Corona.

"Pekan lalu, angka kematian akibat COVID-19 mingguan yang terlaporkan adalah yang terendah sejak Maret 2020. Kita belum pernah ada di posisi sebaik ini dalam upaya mengakhiri pandemi COVID-19," ujarnya, dikutip detikcom dari laman Twitter resmi @DrTedros, Jumat (16/9/2022).

"Kita belum tiba di sana (akhir pandemi COVID-19), tapi akhir pandemi sudah di depan mata," sambung Tedros.

Lebih lanjut Tedros menegaskan, semua negara kini didesak untuk menggencarkan vaksinasi COVID-19 termasuk untuk kelompok rentan seperti tenaga kesehatan (nakes) dan warga lanjut usia (lansia) sebagai prioritas tertinggi. Pasalnya jika kondisi kini tak disikapi dengan benar, ada risiko varian baru Corona muncul lagi.

"Jika kita tidak mengambil kesempatan ini sekarang, ada risiko untuk varian baru, lebih kematian, lebih banyak kerusakan, dan lebih banyak ketidakpastian. Jadi mari kita gunakan kesempatan ini," pungkas Tedros.

Situasi di Indonesia

Dalam kesempatan lainnya, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(K), menegaskan situasi COVID-19 sulit diprediksi. Misalnya di Indonesia, COVID-19 sempat mereda akhir tahun lalu, namun kemudian melonjak lagi gegara kemunculan varian Omicron.

"COVID-19 itu unpredictable banget. Situasinya dinamis sekali. Dulu tahun lalu sekitar akhir tahun kita juga merasa kita akan segera endemi, sudah mulai turun (kasus COVID-19). Bahkan saya ingat itu jumlah kasus kita harian di bawah 300," jelasnya dalam acara 'Pentingnya Vaksinasi Booster dalam Melindungi Masyarakat dari Akibat Serius Penyakit COVID-19 Termasuk Rawat Inap dan Kematian', Kamis (15/9/2022).

"Tiba-tiba muncul Omicron. Januari-Februari (kasus COVID-19) naik lagi. Bahkan puncaknya melebihi Delta. Kalau Delta puncaknya 54 ribuan, kalau Omicron itu 60 ribuan," lanjutnya.



Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT