Heboh Guru SMA Bogor Lihat CD Siswi untuk Buktikan Haid, dr Boyke: Tidak Pantas!

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Heboh Guru SMA Bogor Lihat CD Siswi untuk Buktikan Haid, dr Boyke: Tidak Pantas!

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sabtu, 24 Sep 2022 17:34 WIB
ilustrasi pelecehan seksual
Tanggapan pakar seks dr Boyke perihal kabar geger guru SMA di Bogor memeriksa siswi yang sedang haid dengan melihat celana dalam dan meraba rok. Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Belakangan ini, heboh kabar guru di SMAN 1 Dramaga Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan terhadap siswi-siswi yang membolos ibadah dengan alasan sedang menstruasi. Dikabarkan, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat celana dalam dan meraba-raba rok siswi.

Namun dalam penjelasannya, pihak sekolah mengaku tidak ada pemeriksaan berupa membuka celana dalam. Namun memang, siswi-siswi diminta meraba rok satu sama lain untuk memastikan temannya sedang menstruasi dan menggunakan pembalut.

"Jadi hanya menanyakan begitu aja, 'kamu datang bulan?'. Terus ada juga anak-anak ditanya ibu gurunya, 'kamu sudah selesai datang bulannya, cuma belum mandi wajib' juga dipisahkan lagi," ujar juru bicara SMA Negeri I Dramaga, Baitul Harahap, saat dihubungi, dikutip dari detikNews, Kamis (22/9/2022). .

"Ibu gurunya juga menyampaikan, 'mohon maaf ke kalian, apa kalian misalkan mau menerima seperti begini', istilahnya orang Sunda dicabak (dipegang) sedikit aja, 'oh memang ada pembalut', seperti itu. Jadi di belakang roknya itu kan, kalau dicabak ada pembalut, 'oh benar, sedang datang bulan'," sambungnya.

Menanggapi itu, pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG menegaskan satu-satunya cara untuk memastikan perempuan sedang menstruasi adalah dengan melihat darah pada pembalut. Di samping itu, tidak ada tanda-tanda yang bisa dikenali untuk mendeteksi perempuan sedang menstruasi.

Tindakan melihat pakaian dalam serta melihat organ intim dan celana dalam bukanlah pemeriksaan, melainkan aksi pelecehan seksual.

"Tidak ada cara lain untuk melihat apakah dia menstruasi, ya memang ada aliran darah. Aliran darah itu biasanya ditampung di dalam pembalut. Pembalut itu yang nanti dia masuk ke kamar mandi, ini buktinya. kan nggak mungkin, sama seperti tes narkoba. Kencing, (kasih lihat) ini kencingnya. Itu lebih baik daripada dipaksa, dipegangin, dibuka roknya, disuruh kasih lihat. Itu sama dengan pelecehan seksual juga," terangnya pada detikcom, Kamis (22/9).

"Menurut saya cara seperti itu tidak betul, melihat organ intim wanita biarpun itu sesama wanita (atau) melihat organ intim pria walaupun itu sesama pria. Itu tidak boleh," tegas dr Boyke lebih lanjut.



Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT