Es Teh Kekinian Disebut Kebanyakan Gula, Awas Ini Dampaknya Jika Kena Diabetes

ADVERTISEMENT

Es Teh Kekinian Disebut Kebanyakan Gula, Awas Ini Dampaknya Jika Kena Diabetes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 11:35 WIB
Raw Dry Organic Tapioca Pearl Balls in a Bowl
Penjelasan dokter perihal risiko diabetes. Foto: iStock
Jakarta -

Heboh netizen memprotes pihak Es Teh Indonesia lantaran salah satu produknya terlalu manis. Menanggapi protes tersebut, pihak Es Teh Indonesia kemudian melayangkan somasi pada netizen tersebut.

Terlepas dari kontroversi tersebut, kadar gula dalam minuman manis dan risiko diabetes juga menjadi sorotan banyak netizen.

Dokter spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia atau yang akrab disapa 'dr Koko' menjelaskan, diabetes bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan. Yang ada, hanyalah istilah 'terkontrol' jika kadar gula dalam tubuh pasien sesuai dengan kisaran nilai yang ditargetkan dalam periode waktu tertentu.

"Untuk saat ini, diabetes belum masuk kategori penyakit yang bisa disembuhkan. Jadi kami biasanya mengkomunikasikan kepada pasien adalah penyakit mereka terkontrol dengan baik," terang dr Koko pada detikcom beberapa waktu lalu.

"Parameternya dari gula darah masuk dalam kisaran nilai yang diinginkan, kemudian ada juga pemeriksaan HBA1C untuk melihat kondisi gula darah selama tiga bulan ke belakang. Jadi bahasanya adalah 'terkontrol dengan baik'," sambungnya.

Hal senada disampaikan oleh spesialis penyakit dalam sekaligus pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam. Ia menjelaskan, kondisi terkontrol pada pasien diabetes bisa tercapai jika pasien tersebut melakukan perubahan gaya hidup, dibarengi konsumsi obat secara rutin.

"(Pada kondisi pasien diabetes terkontrol) pasiennya tetap pasien pengidap diabetes melitus, tapi karena perubahan gaya hidup, kemudian juga ya mungkin pada awal dia butuh minum obat, jaga makan, akhirnya kita sebutkan bahwa dia adalah penderita diabetes melitus dengan gula darah terkontrol istilahnya," jelas Prof Ari.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT