Heboh Es Teh Indonesia Kemanisan, Netizen Pertanyakan Keberadaan Label Gizi

ADVERTISEMENT

Heboh Es Teh Indonesia Kemanisan, Netizen Pertanyakan Keberadaan Label Gizi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 15:31 WIB
Ilustrasi Boba
Foto: Getty Images/iStockphoto/tatchai
Jakarta -

Heboh es teh kekinian diprotes netizen karena terlalu manis. Namun alih-alih memberikan klarifikasi, pihak produsen melayangkan surat somasi kepada konsumen yang mengunggah cuitan Twitter soal protes kadar gula mereka.

Viralnya kasus ini membuat netizen mempertanyakan keberadaan informasi nilai gizi (IGN) produk es teh kekinian tersebut yang tak tercantum di kemasan. Hingga kini pihak produsen belum bersuara mengenai hal tersebut.

Bagaimana Sih Aturannya?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) tidak mengatur peredaran produk siap saji termasuk ketentuan label informasi nilai gizi. Karenanya, regulasi ini mengacu pada Permenkes 30 Tahun 2013.

Adapun ketentuan Permenkes 30 Tahun 2013 seperti berikut:

(1) Setiap orang yang memproduksi pangan siap saji yang mengandung gula, garam, dan atau lemak wajib memberikan kandungan gula, garam, dan lemak, serta pesan kesehatan melalui media informasi dan promosi.

(2) Pangan siap saji sebagaimana dimaksud pada usaha waralaba sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang memiliki lebih dari 250 (dua ratus lima puluh) outlet/gerai.

(3) Media informasi dan promosi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa leaflet, brosur, buku menu, atau media lainnya.

Bahaya terlalu banyak gula

Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menekankan kandungan gula dan rasa manis dalam minuman maupun makanan tidak berbahaya, selama tidak dikonsumsi berlebihan.

Meski demikian konsumen tetap harus melihat komposisi gula pada minuman dan makanan di label produk. Adapun sejumlah kandungan gula yang perlu diperhatikan yakni seperti corn syrup, dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, dan lainnya.

Ada banyak sekali dampak ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi gula. Salah satunya bikin kurang tidur dan stres.

"Kondisi ini bikin tubuh mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini meningkatkan keinginan kita untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis," ujar Prof Zubairi.



Simak Video "Takaran Gula Tambahan yang Aman Dikonsumsi dalam Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT