Es Teh Kekinian Disebut Kebanyakan Gula, Waspadai Efek Diabetes ke Ginjal!

ADVERTISEMENT

Es Teh Kekinian Disebut Kebanyakan Gula, Waspadai Efek Diabetes ke Ginjal!

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2022 15:30 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Belakangan, media sosial diramaikan oleh pihak Es Teh Indonesia melayangkan somasi terhadap netizen yang mengkritik salah satu minuman produknya terlalu manis. Banyak netizen lainnya kemudian menyoroti risiko diabetes imbas konsumsi gula berlebihan, di antaranya yang diperoleh dari minuman-minuman manis

Spesialis penyakit dalam sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia, dr Aida Lydia, Ph.D., SpPD-KGH., FINASIM menjelaskan, diabetes adalah salah satu penyebab terbesar penyakit ginjal kronis dengan prevalensi sebesar 10,9 persen. Dalam hal itu, diabetes bersanding dengan penyakit lain yakni hipertensi dan obesitas.

"Faktor risiko yang berperan tinggi terhadap tingginya penyakit ginjal kronis ini ada hipertensi yang tinggi di Indonesia (34,1 persen). Diabetes juga tinggi 10,9 persen dan obesitas juga tinggi lebih dari 21 persen. Kemudian masyarakat merokok juga sangat tinggi, hampir mendekati 30 persen," paparnya ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

"Penyebab penyakit ginjal kronis di Indonesia yang tercatat dari data yaitu hipertensi (35 persen), disusul diabetes (dengan prevalensi) 29 persen, kemudian ada glomerulonefritis sebesar 8 persen. Glomerulonefritis ini jenis penyakit radang ginjal. Penyakit lain lagi seperti infeksi, batuk, autoimun, dan lain-lain," sambung dr Aida.

Kenapa Konsumsi Gula Kebanyakan Bisa Merusak Ginjal?

Menurut dr Aida, sama seperti hipertensi, penyakit diabetes memicu kerusakan pada pembuluh darah. Salah satunya, yakni pembuluh darah halus yang berada di ginjal.

"Hipertensi itu dia akan merusak pembuluh darah. Pembuluh darah yang dirusak itu bisa pembuluh darah di mana-mana. Bisa di mata, di jantung, di ginjal. Ginjal itu isinya pembuluh darah halus. Tekanan darah yang tinggi itu diteruskan ke dinding pembuluh darah dan lama-lama akan merusak," jelasnya.

"(Diabetes) sama juga. Diabetes itu juga merusak pembuluh darah. Ya (gula berlebihan berbahaya untuk ginjal). Karena itu tadi dibilang salah satu penyebab gagal ginjal terbanyak adalah diabetes dan hipertensi," pungkas dr Aida.

Terakhir dr Aida mengingatkan, penting untuk masyarakat menjalani pola hidup sehat sehari-hari. Di antaranya dengan tidak mengkonsumsi garam dan gula berlebihan, menjaga berat badan agar tidak berlebihan, minum cukup air putih, serta tidak merokok.



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT