Doyan Banget Es Teh Kemanisan? Awas, Gula Juga Bisa Picu Serangan Jantung

ADVERTISEMENT

Doyan Banget Es Teh Kemanisan? Awas, Gula Juga Bisa Picu Serangan Jantung

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2022 18:30 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Gaduh Esteh Indonesia somasi konsumen yang menyebut produknya kemanisan. Hal ini mendadak membuat banyak netizen mulai mengkhawatirkan kandungan gula dalam produk siap saji termasuk minuman manis.

Ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dr Radityo Prakoso mewanti-wanti risiko mengonsumsi gula berlebih bisa mengintai banyak penyakit, termasuk jantung. Meski tidak berkaitan secara langsung, risiko ini bukan tidak mungkin sulit dihindari jika memiliki kebiasaan yang buruk.

"Jadi kembali lagi sebenarnya secara langsung itu tidak ada, tetapi tadi salah satunya ada faktor risiko salah satunya diabetes melitus, kalau diabetes melitus ya penambahan gula sederhana itu seperti glukosa pada es teh, tentu akan sangat cepat meningkatkan gula darah," katanya dalam konferensi pers Kemenkes Rabu (28/9/2022).

"Jadi itu yang menjadi komorbid, jadi secara langsung tidak ada, tetapi dia lewat ari peruntukan faktor risiko ya dan ini akan menyebabkan gula darah tidak terkendali dan akhirnya menjadi komorbid yang akan mempromote terjadinya serangan jantung," beber dr Radityo.

Dalam kesempatan serupa, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI mengingatkan sangat penting untuk membatasi asupan gula sesuai anjuran pemerintah yakni empat sendok makan per hari.

Aturan di negara lain dengan angka obesitas lebih tinggi bahkan disebutnya menerapkan kebijakan lebih ketat yakni hanya 25 gram gula yang dianjurkan aman untuk dikonsumsi per hari.

"Nah kenapa? karena gula ini nanti akan menyebabkan obesitas yang memicu terjadinya diabetes, diabetes ini kalau tidak terkontrol kan akan menyebabkan juga ke jantung," sambungnya.

"Memang agak panjang perjalanannya, tapi kita harus ingat kita harus mengimbangi faktor risiko," pesan dia.



Simak Video "Penjelasan Esteh Indonesia soal Somasi Konsumen"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT