Gaduh Esteh Indonesia, Dinkes DKI Buka Suara soal Pengawasan Minuman Manis

ADVERTISEMENT

Gaduh Esteh Indonesia, Dinkes DKI Buka Suara soal Pengawasan Minuman Manis

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2022 13:04 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Minuman manis cepat saji belakangan viral akibat produk EsTeh Indonesia yang diprotes kemanisan oleh konsumennya dan berujung somasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menegaskan bahwa pihaknya tidak mengawasi produk tersebut karena disajikan secara langsung, dan pengawasan seharusnya merupakan tugas Dinas Kesehatan.

Mengenai pengawasan minuman manis cepat saji, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan pemerintah pusat sudah menentukan aturan kandungan gula dan garam pada suatu produk.

"Jadi mau itu produk cepat saji atau kemasan sudah ada aturannya oleh pusat. Sudah ada batas kandungan gula garam yang ditentukan," kata Widyastuti Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ditemui detikcom di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Ia mengaku, jika harus mengawasi produk minuman manis cepat saji ini satu persatu cukup sulit karena jumlahnya yang banyak. Ia berharap adanya kerjasama dengan pemerintah pusat agar pengawasan ini bisa dilakukan dengan baik.

"Tentu akan sulit jika harus mengawasi satu-satu produknya karena banyak jumlahnya. Saya rasa pusat sudah bekerjasama dan menentukan aturan untuk minuman kemasan atau cepat saji. Kita mesti bersama -sama tentunya ini untuk mengawasinya," tambahnya.

Ia juga berharap pedagang atau produsen mau terbuka dan jujur dalam mencantumkan komposisi dan kandungan produk mereka.

"Terutama bagaimana agar si pedagang jujur untuk mencantumkan kandungan yang ada di produknya ya itu poinnya," pungkasnya.

Sebelumnya, BPOM menyatakan bahwa produk yang disajikan secara langsung seharusnya di bawah pengawasan Dinas Kesehatan. Pihak BPOM hanya mengawasi bahan baku yang digunakan saja.

"Kalau misalnya bahan bakunya mungkin pengawasan BPOM. Kalau itu, itu langsung disajikan. Dipesan sama customer, langsung disajikan," jelas Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9).



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT