Stimulasi Payudara dari Suami Bisa Atasi Mastitis? Konselor Laktasi Bilang Gini

ADVERTISEMENT

Stimulasi Payudara dari Suami Bisa Atasi Mastitis? Konselor Laktasi Bilang Gini

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Selasa, 04 Okt 2022 11:45 WIB
suplemen herbal ibu menyusui
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Belakangan, viral video di media sosial pasangan yang menceritakan pengalaman sang istri mendapatkan stimulasi payudara oleh suaminya agar ASI yang diberikan lancar. Salah satu kondisi yang membuat ASI tidak lancar pada ibu menyusui adalah mastitis. Mastitis merupakan kondisi ketika saluran ASI tersumbat dan mengalami infeksi.

Bisakah stimulasi dari suami mengatasi ASI tidak lancar akibat mastitis?

Menurut konselor laktasi dr Ameetha Drupadi, CIMI, kondisi ASI tidak lancar karena mastitis tidak tepat diatasi dengan stimulasi (hisapan) dari suami.

"Tidak tepat," kata dokter yang berpraktek di RS Mayapada ini kepada detikcom, Selasa (4/10/2022).

"Mastitis adalah saluran ASI yang tersumbat mengalami infeksi, terapinya adalah manajemen laktasi yang benar (proses menyusui dievaluasi apa yang menjadi penyebab) dan (diberikan) antibiotik," jelasnya soal cara mengatasi mastitis.

Selain mastitis, banyak faktor yang menyebabkan kurangnya produksi ASI seperti stres, efek samping obat, kurang istirahat, dan pola makan yang tidak teratur dan seimbang. Namun, bentuk puting disebut tidak berpengaruh pada kelancaran ASI.

Sementara itu, salah satu usaha yang bisa dilakukan ketika ASI tidak lancar adalah pijat payudara. Dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, pijat payudara bertujuan untuk memudahkan payudara dalam memproduksi ASI. Ketika dipijat, peredaran darah yang ada di payudara akan berjalan lancar dan mengurai kelenjar susu yang mengendap di saluran ASI dalam payudara.

Selain itu, tujuan dari pemijatan ini adalah untuk meredakan pembengkakan yang umum terjadi pada ibu menyusui. Pemijatan ini juga membuat tubuh sang ibu lebih rileks dan mudah dalam memberikan ASI pada anaknya.



Simak Video "Bolehkah Penderita Kanker Payudara Berikan ASI untuk Bayi?"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT