Seorang bocah Palestina meninggal karena gagal jantung saat dikejar oleh tentara Israel di area Tepi Barat. Ia meninggal karena ketakutan usai dikejar tentara Israel.
Rayan Suleiman, 7, baru saja pulang dari sekolah bersama kakak dan teman-temannya saat ia dikejar oleh Tentara Israel. Saat anak-anak itu lari, pasukan tentara Israel mendatangi rumahnya dan mengancam akan menahan anak-anak tersebut.
Beberapa saat kemudian, Rayan, meninggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 6 Makanan Pembersih Ginjal, Kubis Termasuk? |
Yasser Suleiman, ayah Rayan, juga mengatakan kepada The Associated Press bahwa Rayan pingsan setelah dia melihat tentara Israel yang mengejarnya muncul di pintu depan rumahnya.
Ayah anak laki-laki itu mengatakan dia mencoba berunding dengan tentara, yang menuduh anak-anaknya melempar batu. Para prajurit mengancam akan kembali pada malam hari dan menangkap ketiga anak itu, termasuk kakak laki-laki Rayan, yang berusia delapan dan 10 tahun.
Di tengah kekacauan, Rayan jatuh ke lantai, tidak sadarkan diri.
Next: meninggal karena gagal jantung
"Skenario yang paling mungkin dari apa yang terjadi adalah bahwa di bawah tekanan, dia memiliki sekresi adrenalin yang berlebihan, yang menyebabkan peningkatan detak jantungnya," kata Dr Ismail kepada AlJazeera.
"Dia mengalami gagal jantung."
Dokter forensik saat ini sedang melakukan otopsi terhadap Rayan.
Seorang pejabat medis yang memeriksa mayat itu mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada tanda-tanda trauma fisik dan kematiannya tampak konsisten dengan gagal jantung. Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk insiden itu sebagai "kejahatan buruk" oleh Israel.
Simak Video "Video Pasokan yang Masih Diblokir Masuk Gaza: Jarum Suntik-Alat Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)











































