66 Anak Gambia Meninggal Diduga Usai Minum Obat Batuk Buatan India

ADVERTISEMENT

66 Anak Gambia Meninggal Diduga Usai Minum Obat Batuk Buatan India

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 09 Okt 2022 07:24 WIB
Senior man pouring medicine out of bottle, close-up
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Sebanyak 66 anak di Gambia, Afrika Selatan, meninggal dunia akibat kegagalan organ dikaitkan dengan obat batuk yang mengandung parasetamol. Anak-anak ini meninggal akibat gagal ginjal usai minum obat tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kematian puluhan anak di Gambia akibat cedera ginjal akut terkait dengan obat batuk dan pilek yang terkontaminasi asal India.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sedang melakukan penyelidikan terhadap perusahaan farmasi Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi terkait temuan kontaminasi itu.

Keempat produk tersebut adalah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.

"Hilangnya nyawa anak-anak muda ini sangat memilukan bagi keluarga mereka," kata Tedros dikutip dari AFP, Minggu (10/10).

Analisis laboratorium mengkonfirmasi temuan dietilen glikol dan etilen glikol yang "tidak dapat diterima" terkandung dalam obat batuk tersebut. Kandungan bahan itu bisa menyebabkan gagal ginjal akut.

WHO menyatakan zat-zat itu beracun bagi manusia dan bisa berakibat fatal. Efek racunnya dapat mencakup sakit perut, muntah, diare, ketidakmampuan untuk buang air kecil, sakit kepala, perubahan kondisi mental dan cedera ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian.

Next: Puluhan anak mengalami gagal ginjal

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT