Dokter Ungkap Kriteria Pasien yang Bisa Operasi Bariatrik ala Melly Goeslaw

ADVERTISEMENT

Dokter Ungkap Kriteria Pasien yang Bisa Operasi Bariatrik ala Melly Goeslaw

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 15 Nov 2022 11:27 WIB
Melly Goeslaw di Pestapora 2022
Melly Goeslaw jalani operasi bariatrik. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Musisi Melly Goeslaw sukses menurunkan berat badan hingga sebanyak 23 kilogram setelah menjalani operasi bariatrik. Bahkan Melly mengaku, setelah menjalani prosedur tersebut dirinya merasa lahir baru lantaran memiliki gaya hidup serba lebih sehat. Misalnya, dengan berhenti merokok dan begadang.

"Aku nggak menyangka, banyak hal baru yang bagus ketika memutuskan bariatrik pengen langsing. Aku bisa berhenti ngerokok, nggak begadang. Jam 22.00 udah ngantuk, aku nggak pernah bayangkan sebelumnya," terang Melly.

Diketahui, operasi bariatrik adalah pemotongan lambung kurang lebih sebanyak 85 persen. Dengan mengecilnya ukuran lambung, napsu makan berkurang dan asupan makanan menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelum operasi.

Dalam kesempatan sebelumnya, dokter yang menangani Melly yakni spesialis bedah subspesialis bedah digestif di RS Pondok Indah, Dr dr Peter Ian Limas, SpBSubBDig menjelaskan bahwa bedah bariatrik bekerja memodifikasi saluran cerna untuk menurunkan berat badan dan mengatasi komorbiditas.

Memang dengan menurunkan berat badan, bentuk tubuh aku berubah. Namun ditegaskan, bariatrik tidak mengutamakan tujuan kosmetik dan penurunan berat badan secara cepat dan instan, melainkan perubahan pola hidup. Dengan begitu, orang yang menjalani operasi bariatrik akan beroleh pendampingan dokter selama sekitar setahun pasca operasi.

"Pasien itu akan terus dikejar sama kita, kita akan mendampingi pasien selama setahun minimal, itu akan terus dikejar supaya pasien itu mengkonsumsi protein. Jadi lama-lama dia akan mengubah makannya menjadi sedikit, makannya juga bergizi, dan healthy. Jadi membentuk kebiasaan baru," beber dr Peter dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Siapa yang Boleh dan Tidak Boleh Menjalani Bedah Bariatrik?

Menurut dr Peter, bedah bariatrik bisa dijalani oleh pasien berusia 17-18 tahun ke atas. Pada beberapa kasus tertentu, bedah bariatrik juga diberikan pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun dengan kondisi obesitas tak terkontrol.

Selain usia, pertimbangan untuk menjalani bedah bariatrik adalah Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh. Jika penurunan massa yang ditargetkan terlalu kecil, dr Peter tidak akan menyarankan tindakan bedah bariatrik.

"Pasien yang obesitas nya tidak terlalu tinggi, kita mesti mempertimbangkan risk dan benefit-nya. Jadi kalau hanya mau menurunkan 3-4 kilogram, ngapain kita bedah juga? Dia nggak kena. Jadi memang hanya pasien yang komorbid obesitas. Kenapa komorbid obes harus dioperasi?" ujarnya.

"Beberapa hari lalu saya mengoperasi pasien yang beratnya 220 kilogram, ini ekstrimnya. Dia mau menurunkan ke 50 kilo harus (menurunkan) 170 kilo, bagaimana caranya menurunkan 170 kilo tanpa pembedahan? Nggak mungkin. Itu ekstrimnya," sambung dr Peter dalam penjelasannya saat itu.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT