4 Fakta 'Kebangkitan' Virus Zombie Berusia 48 Ribu Tahun, Efek dan Penampakannya

ADVERTISEMENT

Round Up

4 Fakta 'Kebangkitan' Virus Zombie Berusia 48 Ribu Tahun, Efek dan Penampakannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 03 Des 2022 06:30 WIB
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology.
Ilustrasi virus zombie (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Dunia dihebohkan oleh temuan 'virus zombie' yang terkubur di bawah danau beku. Diketahui virus tersebut berasal dari permafrost, yakni lapisan tanah beku yang berada di bawah suhu 0 derajat Celcius selama beberapa tahun, di Siberia Rusia.

Dalam studi yang dipublikasikan di bioRxiv, para peneliti telah 'menghidupkan kembali' dan mengelompokkan 13 patogen berusia lebih dari 48.500 tahun yang diberi nama 'virus zombie'. Namun, penelitian ini masih belum ditinjau oleh sejawat dan masih dalam tahap pracetak.

Berdasarkan studi 'An Update on Eukaryotic Viruses Revived from Ancient Permafrost', yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, virus ini memiliki potensi menjadi pandemi seperti COVID-19.

"Situasinya akan jauh lebih buruk dalam kasus penyakit tumbuhan, hewan, atau manusia yang disebabkan oleh kebangkitan virus yang tidak diketahui," tulis studi yang dikutip dari Science Alert.

Tim yang meneliti 'virus-virus zombi' ini diketuai oleh seorang ahli mikrobiologi dari French National Centre for Scientific Research, Jean-Marie Alempic. Dikutip dari Sciencealert, para peneliti tersebut mengungkap, virus-virus yang dihidupkan kembali ini berpotensi menjadi ancaman yang signifikan untuk kesehatan masyarakat.

Berikut beberapa fakta yang perlu diketahui soal 'virus zombie':

1. Alasan 'Virus Zombie' Dihidupkan Lagi

Dikutip dari Japan Post, para ilmuwan sudah memperingatkan sejak lama bahwa pencairan permafrost akibat atmosfer akan memperburuk perubahan iklim dengan membebaskan gas rumah kaca yang sebelumnya terperangkap seperti metana. Tetapi, efeknya pada patogen yang tidak aktif kurang dipahami dengan baik.

Maka dari itu, para ilmuwan menghidupkan kembali virus untuk mempelajari potensi keganasan yang bisa saja muncul di masa mendatang akibat pemanasan global. Dalam studinya, mereka menetapkan bahwa virus-virus yang telah diekstraksi dari permukaan dingin Siberia yang mencair berbeda dari semua virus yang ada yang diketahui dalam hal genomnya.

2. Nama 'Virus Zombie'

Pandoravirus yedoma adalah 'virus zombie' tertua yang bisa menginfeksi organisme lain yang telah diidentifikasi. Pada fase awal proses isolasi, virus dapat terlihat di bawah mikroskop cahaya.

"Permafrost kuno kemungkinan akan melepaskan virus yang tidak diketahui ini saat dicairkan," tulis peneliti yang dikutip dari Japan Post.

"Berapa lama virus ini dapat tetap menular setelah terpapar kondisi luar ruangan, dan seberapa besar kemungkinan mereka akan bertemu dan menginfeksi inang yang sesuai dalam interval tersebut, masih belum dapat diperkirakan," lanjutnya.

3. Seperti Apa Bentuk 'Virus Zombie'?

Pada biorxiv, penampakkan 'virus zombie' ditunjukkan melalui enam gambar. Berikut penjelasannya:

Pada gambar A, adalah partikel ovoid besar dengan panjang 1.000 nm (nanometer) dari Pandora Viruses dengan ostiole apeksnya yang khas (kepala panah putih).

Gambar B merupakan campuran partikel Pandoravirus dan partikel icosahedral Megavirus, menunjukkan 'stargate' (struktur seperti bintang laut putih memahkotai puncak, panah putih).

Gambar C merupakan partikel memanjang dari Cedratvirus (panjang 1.500 nm), yang memperlihatkan dua struktur seperti gabus apeks (panah putih).

Gambar D merupakan partikel memanjang dari Pithovirus (panjang 1.900 nm) menunjukkan struktur seperti gabus apeks tunggal (panah putih).

Gambar E merupakan partikel ikosahedral 'berbulu' besar (berdiameter 770 nm) dari Megavirus, dengan 'stargate' (panah putih) yang menonjol. Terakhir gambar F merupakan partikel icosahedral yang lebih kecil (berdiameter 200 nm) tipikal dari Asfarvirus/Pacmanvirus.

'virus zombie'Penampakan 'virus zombie' Foto: biorxiv.org

NEXT: Efek 'Virus Zombie'

Simak Video '300 Ilmuwan Teliti Penyakit Berpotensi Jadi Pandemi, Termasuk 'Disease X'':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT