Efek Filler Penis, 'Ngehype' Dibooking Banyak Istri Buat Perbesar Mr P Suami

ADVERTISEMENT

Efek Filler Penis, 'Ngehype' Dibooking Banyak Istri Buat Perbesar Mr P Suami

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 08 Des 2022 10:04 WIB
Surgical Team Working In Operating Theatre
Ilustrasi filler penis. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Belakangan filler penis mendadak banyak peminat. Ibu-ibu rela membooking terapi atau tindakan filler di klinik demi ukuran penis suaminya lebih besar.

Razvan Vasilas, yang dikenal sebagai dokter botox menjalani pembesaran penis dengan teknik filler di Marylebone, wilayah elit di London.

"Itu bisa terjadi berkali-kali," katanya. "Laki-laki terlalu pemalu. Wanita melihat prosedurnya di media sosial dan memesan untuk suaminya," kata dia,

Prosedur 'filler' tanpa rasa sakit selama 20 menit dilakukan melalui biaya dalam dua sesi, yang pertama seharga Rp 26 juta dan yang kedua seharga Rp 16 juta.

Meski proses ini efektif membesarkan penis, ukurannya bisa kembali menyusut. "Penis akan kembali ke ukuran normalnya setelah dua tahun," kata Dr Botox.

Seperti Apa Efeknya?

Sebetulnya, di tangan profesional, filler penis terbilang aman dan efektif. Komplikasi atau efek samping cenderung ringan dan jarang dilaporkan. Menurut sebuah riset, hanya terjadi pada 4,3 persen dari keseluruhan pasien yang menerima tindakan filler penis.

Meski begitu, memang tidak bebas risiko. Risiko atau efek samping filler penis meliputi pembengkakan, hipersensitivitas, asimetri, nodul, dan kerusakan penis. "Risiko infeksi sangat kecil, tetapi bukan nol risiko," kata dokter spesialis bedah di California, AS, Neavin.

Risiko terbesar, katanya, adalah teknik atau produk injeksi yang tidak tepat. Suntikan pengisi dengan jarum bukan kanula, atau menyuntikkan secara tidak sengaja ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan oklusi pembuluh darah.

Efek samping yang jarang namun serius ini dapat menyebabkan nekrosis kulit (kematian jaringan) atau emboli, yang dapat mengancam jiwa.

Produk yang sangat tahan lama, seperti silikon cair atau pengisi yang bekerja lama, dapat menyebabkan granuloma biofilm, benjolan merusak bentuk penis. Jika terbentuk, granuloma bisa sangat sulit dihilangkan, terutama dalam kasus silikon.

"Pastikan Anda tahu apa yang disuntikkan, dan temui seseorang yang berpengalaman dalam suntikan filler penis," saran dr Neavin.

"Ini tidak seperti filler wajah; anatomi dan nuansa teknis jauh berbeda," kata dia.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT