8 Mitos dan Fakta Kondom yang Wajib Diluruskan

ADVERTISEMENT

8 Mitos dan Fakta Kondom yang Wajib Diluruskan

Fadilla Namira - detikHealth
Sabtu, 10 Des 2022 07:30 WIB
Ilustrasi Kondom
Ilustrasi kondom. (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Apa yang pertama kali dipikirkan ketika mendengar kata 'kondom'? Secara umum, mungkin orang memikirkan tentang pelindung seks berbahan karet. Namun banyaknya kesalahpahaman antarmulut menyebabkan mitos dan fakta kondom yang membingungkan.

Kondom adalah alat kontrasepsi eksternal yang efektif membantu melindungi seseorang dari penyakit menular seksual dan mengurangi risiko kehamilan. Pelindung ini sudah ditemukan sejak 1000 masehi, namun bahan yang digunakan sangat itu alami dan bukan sintetis.

Setelah pil KB, kondom adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling umum digunakan. Masyarakat bisa mendapatkannya secara bebas di toko atau apotek terdekat. Bahkan, beberapa layanan medis memberikan secara gratis dengan syarat tertentu.

Mitos dan Fakta Kondom

Daripada miskonsepsi, mending cek fakta kondom berikut ini dikutip dari Banner Health:

1. Ukuran Kondom Tidak Penting

Kerusakan dapat terjadi jika ukuran kondom tidak sesuai dengan penis. Kondom yang terlalu ketat kemungkinan besar akan robek, sedangkan kondom yang terlalu longgar menyebabkan pemakaiannya terlepas.

Oleh karena itu, menyesuaikan ukuran kondom sangat penting guna memastikan kenyamanan dan perlindungan. Sebab, setiap pria memiliki bentuk dan panjang penis yang berbeda-beda.

2. Bahan Kondom Terbuat dari Domba Bukan Lateks

Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Memang benar kondom terbuat kulit domba, namun bahan tersebut sudah digunakan berabad-abad lalu ketika kondom pertama kali ditemukan.

Akan tetapi, peneliti menyadari penggunaan kulit domba hanya bisa mengurangi risiko kehamilan, tidak dengan Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti HIV. Sebab, ukuran virus HIV yang sangat kecil bisa menyelinap keluar melalui pori-pori kondom tersebut sehingga efektivitas keamanannya berkurang. Oleh karena itu, kebanyakan produsen kini beralih ke bahan lateks.

3. Pengidap Alergi Lateks Tak Perlu Pakai Kondom

Nggak perlu khawatir jika pria alergi terhadap lateks. Sekarang, jenis kondom sudah banyak diperjualbelikan dengan jaminan bebas lateks, misalnya kondom yang terbuat dari poliuretan atau poliisoprena.

Kualitasnya tentu tidak kalah dengan kondom pada umumnya. Bahkan, bentuk kondom ini tidak terlalu tebal dan ketat sehingga memberikan kenyaman ekstra ketika memakainya.

4. Kondom Bisa Disimpan di Dompet

Sering simpan kondom di dompet? Mulai sekarang hentikan kebiasaan buruk tersebut. Pasalnya, kualitas kondom akan menurun jika terkena panas dan kemasannya berpotensi sobek ketika dompet tertekan atau tertimpa beban berat.

Cara terbaik menyimpan kondom adalah letakan di tempat sejuk dan aman di mana kemasannya tidak akan hancur, terlipat, atau tertusuk.

5. Dua Kondom Lebih Baik daripada Satu

Dokter ahli menyebut penggunaan dua kondom dapat meningkatkan risiko kerusakan karena gesekan dan pemasangan yang tidak tepat. Jadi, pemakaian satu kondom sudah cukup untuk berhubungan seks yang aman.

6. Semua Pelumas Aman untuk Kondom

Kondom yang dilumasi lebih efektif untuk mengurangi risiko kerusakan, namun pastikan jenisnya aman. Jika bahannya lateks, gunakan pelumas berbahan dasar silikon atau air. Jangan gunakan zat berbahan dasar minyak seperti petroleum jelly, losion, minyak pijat, atau minyak kelapa, karena dapat melemahkan lateks.

7. Kondom Melindungi dari Penyakit Menular Seksual (PMS)

Ungkapan ini benar adanya karena salah satu tujuan dari penggunaan kondom. Kondom yang dipakai secara konsisten dan benar akan mengurangi risiko penularan PMS, seperti herpes, HIV, Hepatitis C, dan infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

8. Penting Cek Tanggal Kedaluwarsa

Kondom mudah rusak seiring waktu, apalagi jika melewati masa kedaluwarsa. Sebaiknya jangan gunakan kondom yang sudah melewati tanggal yang tertera pada kemasannya atau lebih dari lima tahun.

Mitos dan fakta kondom di atas mengartikan apa pun jenis kondom yang dipilih, pastikan barangnya selalu baru dan ikuti petunjuk pada kemasannya untuk meminimalkan risiko bocor atau pecah. Pun gunakanlah pelindung dengan rutin jika pemakainya memiliki risiko penularan PMS.



Simak Video "Pertama di Dunia! Kondom Unisex untuk Pria dan Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT