Viral Foto Kasur Pasien HIV di RS Diplastik, Kenali Cara Penularan HIV

ADVERTISEMENT

Viral Foto Kasur Pasien HIV di RS Diplastik, Kenali Cara Penularan HIV

Vidya Pinandhita - detikHealth
Minggu, 18 Des 2022 10:01 WIB
Human hand in protective glove holding red ribbon, HIV.
Penjelasan pakar terkait sejumlah cara penularan HIV. Foto: Getty Images/iStockphoto/Shinyfamily
Jakarta -

Media sosial diramaikan foto viral kasur di rumah sakit dibungkus plastik, bertujuan mencegah penularan dari pasien HIV-Aids. Video tersebut ramah menuai kritik warganet. Seiring banyaknya warganet yang menyuarakan pentingnya protokol pencegahan penularan, ada juga yang menilai bahwa langkah di RS tersebut berlebihan dan diskriminatif.

Lantas, benarkah kasur yang tidak dibalut plastik bisa menjadi jalur penularan HIV, khususnya dari pasien ke tenaga kesehatan?

Dalam kesempatan sebelumnya, spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (Kanker) dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, menjabarkan terdapat empat cara penularan HIV. Cara-cara tersebut meliputi hubungan seksual, penggunaan narkotika, penularan dari ibu ke anak melalui kehamilan, dan transfusi darah.

Mengingat, Prof Zubairi adalah sosok penemu kasus HIV pertama di Indonesia pada tahun 1980-an.

"Penularan HIV/Aids itu ada banyak, minimal ada empat. Satu adalah dari hubungan seksual baik laki-perempuan, laki-laki ke laki-laki. Kemudian yang kedua adalah penggunaan narkotika," jelas Prof Zubairi saat ditemui detikcom di Gedung PB IDI Dr R Soeharto, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Ketiga adalah dari ibu hamil yang positif ke bayinya. Yang keempat adalah transfusi darah walaupun sekarang risikonya sedikit karena sudah diuji saring," imbuhnya.

HIV Menular dari Pasien ke Nakes, Apakah Bisa?

Terakhir Prof Zubairi menjelaskan, memang terdapat kemungkinan HIV menular dari pasien ke tenaga kesehatan (nakes). Namun, risiko ini ada ketika nakes secara tidak sengaja terkena jarum suntik saat menutup suntikan.

"Yang terakhir kemungkinan paling kecil adalah waktu kita bekerja di layanan kesehatan menyuntik pasien, waktu menutup kena itu cukup sering tapi risikonya amat sangat rendah," pungkas Prof Zubairi.

Tidak Ada Rekomendasi Kasur Dibungkus Plastik

Menanggapi foto viral kasus dibungkus plastik, Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menegaskan jangan sampai tindakan tersebut memperkuat stigma negatif yang kerap dialami pengidap HIV-AIDS. Selama ini pun, tidak ada rekomendasi penggunaan plastik di ranjang RS pengidap HIV-AIDS.

"Tidak ada standar khusus untuk pasien HIV bahkan harus menggunakan plastik seperti info ini. Juga masalah stigma pada HIV harus dihindari, karena akan amat merugikan program penanggulangannya," tegas Prof Tjandra pada detikcom, Jumat (16/12/2022).



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT